Budaya kualitas adalah system nilai yang hasilnya kondusif untuk perkembangan kualitas secara berkelanjutan didalam lingkungan . hal ini mengandung nilai, tradisi, prosedur dan ekspektasi yang mendukung kualitas. Elemen- elemen yang terdapat di kualitas budaya :
- Lingkungan bisnis
- Nilai organisasi
- Role model budaya
- Organizational rites, rituals, dan customs
- Cultural transmitters
Sistem nilai pengambilan keputusan dari executive-level seringkali dapat merefleksikan budaya organisasi . ekspectasi merupakan determinan yang penting. Jika seorang manajer memperkakukan pegawai dengan trust, dignity, dan respect, maka pegawai akan memperlakukan sang manajer dengan cara yang sama. Maka akan timbullah sebuah komitmen.
Perbedaannya dengan Budaya Tradisional
- Filosifi operasiil
Filosofi operasi jangka pendek merupakan alasan oraganisasi tradisional mengalami turnover yang tinggi. Sedangkan dalam budaya kualitas organisasi, filosofi operasi yang mendasar adalah customer satisfaction.
- Objektif (Short-term vs longterm.)
- Pendekatan manajemen (Bosses vs coaches.)
- Perilaku terhadap consumer (Focus pada kebutuhan sendiri vs focus pada kostumer.)
- Hubungan dengan supplier (Adversial vs partner)
- Pendekatan performa-perkembangan. (Memicu masalah vs mengembangkan factor pengaruh.)
Aktifasi Perubahan Budaya
Dapat di implementasikan dengan :
- Perubahan tidak dapat muncul di hostile environment.
- Merubah Total kualitas akan memakan waktu.
- Melihat kebelakang akan mempersulit keadaan.
Fondasi Budaya Qualitas
Merupakan suatu proses untuk mebuat suatu organisasi yang solid, yaitu :
| Understand – Assess – Plan – Expect – Model – Orient – Mentor – Train – Monitor- Reinforce and Maintain. |
Perhitungan Resistan untuk Perubahan Budaya
Joseph Juran mendeskripsikan tentang sulitnya melakukan perubahan, yaitu para advokat focus terhadap antisipasi perubahan benefit sedangkan para resister, sebaliknya menitik beratkan terhadap status, kepercayaan, kebiasaan, dan pengamanan. Keduanya sering merasa bersalah terhadap penitikberatan persepsi masing-masing pihak. Joseph Juran menilai bahwa keduanya telah buang_buang tenaga dan waktu hanya untuk focus terhadap perubahan sumberdaya dari fasilitas.
Pemeliharaan Budaya Kualitas
1. Memelihara ancaman kualitas dari isu kunci budaya.
2. Meyakinkan bahwa ada bukti yang cukup untuk manajemen kepemimpiman.
3. Memperkuat pegawai dan mendorong pengembangan dan inisiatif diri.
4. Menjaga keterlibatan pegawai.
5. Menyadari dan menghargai tingkah laku alami dan pemeliharaan budaya kualitas.