Sunday, August 29, 2010

perempuan unik (1)

perempuan itu termenung di kamarnya. dia melemparkan pandangannya ke sekeliling kamar yang lebih dari cukup untuk dikatakan nyaman. Dengan berbagai fasilitas yang diinginkan sebagian remaja perempuan yang tidak berkesempatan untuk menikmatinya, Pendingin ruangan, televisi, dispenser, hingga toilet dalam kamar mandi. terlihat seperti kamar di hotel, setidaknya berbintang tiga. lalu dialihkan pandangannya ke rak buku yang menempel di dinding kamar itu, ratusan judul buku berjejer. setelah itu iakembali termenung.Dalam lamunannya, entah apa saja yang dia pikirkan. tidak salah lagi perempuan ini adalah tipe pemikir yang sukses. maksudku benar- benar sukses, sehingga membuat dia terlihat belebihan. 

Joanna. begitulah orang- orang memanggilnya. perempuan yang lahir 21 tahun silam di bulan desember. perempuan ini tergolong unik. ia dapat berimajinasi setiap saat, bahkan hingga tidak menyadari apa yang terjadi di dunia nyata. hanya tiba- tiba tersadar dengan wajah dungu karna tidak tau harus berbuat apa dalam beberapa waktu. sekilas perempuan ini terlihat sangat ceria, berani, pintar, dan pandai bergaul. mungkin memang kenyataannya seperti itu, tapi semua statement itu ditentang oleh otaknya yang sering kali memberi banyak pertanyaan.
" apakah kau merasa dirimu ceria?" kata sang otak.
"tentu saja... aku bahagia dengan kehidupanku, hanya saja...." balas joanna dengan jawaban yang tidak konsisten, terlihat yakin di awal lalu cepat sekali melemah di akhir kalimat.
"tapi apa?!" timpal sang otak yang sedikit menyolot.
seakan tenggelam dalam pikirannya sendiri, Joanna mulai menggandakan pertanyaan- pertanyaan yang dilontarkan sang otak. apakah aku aku cantik? dimana sahabatku? apakah orang- orang mengerti aku? mengapa ayahku tidak pernah sekalipun berkunjung kesekolah ku? mengapa aku bertemu dengan pria itu? mengapa? kenapa?!

dahinya mengerenyit. wajahnya terlihat menakutkan, nyaris seperti cruella. ia nyaris ingin muntah dengan pertanyaan- pertanyaan itu. ia memutuskan untuk mengambil sebatang rokok, lalu di hisapnya. saat ini perlahan ia mulai merangkak ke tepian lautan pertanyaan. ia menarik nafas dalam- dalam dan menghembuskan hawa kepedihan yang seolah mengikat dadanya. dihisapnya rokok itu dengan nikmat, seolah asapnya menghancurkan beberapa pertanyaan. baru saja merasa tenang, tiba- tiba ia memegang dadanya seraya berbat
uk. ah.. ternyata asap itu kehabisan pertanyaan untuk dihancurkan, sehingga tak segan menggerogoti paru- paru joanna. ia memutuskan untuk tidak membakar rokok lagi, bukan karna ia merasa kapok, melainkan ia tidak mempunyai batang berikutnya.

Joanna memutuskan untuk berbaring di tempat tidurnya yang besar. dia tidak tau apa yang harus dilakukannya. tak lama sang otak kembali beradu argumen dan pertanyaan pada dirinya. sampai akhirnya ia tertidur dan membawanya ke dalam mimpi yang aneh. mimpi yang bahkan tidak sanggup untuk diingat.

No comments:

Post a Comment