Pada Era Meiji (1868-1931) Jepang Megahadapi permasalahan hubungan internasional degan Negara-negara barat, disebabkan oleh perjanjian yang dipaksakan pada Jepang oleh kekuatan Barat. Perjanjian ini meninggalkan tanda luka bagi masyarakat Jepang, dan akan memainkan peran penting dalam tujuan diplomatik menyatakan sendiri (Jepang) sebagai bangsa yang "normal" pada perang-faring, adil kepada negara-negara Barat.
Pada akhir abad ke-19, Jepang telah membantah pengertian rendah diri sendiri ke barat dengan mejunjung tinggi semangat Fukoku Kyohei (Negara kaya- militer kuat). Untuk membuka langkah awal semangat ini Jepang megutamakan elemen pendidikan sebagai fondasi dari tujuannya, pembakuannya dapat terlihat dari berdirinya kemetrian pendidikan di tahun 1872. Tidakan ini mengiring jepang pada sebuah kesuksesan, memasuki tahun 1880, Jepang sudah dapat berkembang secara baik di bidang ekonomi (industry besi dan baja).
Ketika Jepang sudah cukup percaya diri dengan industrinya, mereka memutuskan untuk melakukan ekspansi secara internasional dengan menggunakan kekuatan militer. Dengan tujuan tersebut Jepang bertekat untuk mengembangkan dan memperkuat militernya agar dapat melakukan gecatan senjata kepada Negara berpotensi (Cina, Korea).
Sebagai bukti kekuatan yang dominan di Asia, Jepang mendapatkan kekuasaan kolonial atas Taiwan, dan Korea berubah menjadi zona keuntungan bagi Jepang. Korea akan menjadi tujuan akhir dari serangkaian kemenangan diplomatik dan kemudian kampanye militer dalam rangka untuk menciptakan zona-luas kedaulatan di Asia

No comments:
Post a Comment