Prof want us to write 10 pages paper for final assignment, it had to be related to at least one of books she 'd been given to us, I chose "On the Road". She let us do it in English or Bahasa, since I was busy with my other degree graduation stuff at the same time, I chose Bahasa to make it easy. Here we go!
**************************************************
Fauzana Fidya Rizky
090653****
Bahasa Inggris Tematis
Tugas Akhir
Interaksi
Simbolik Yang Dipengaruhi Oleh Eksistensi The
Beat Generation Pada Novel On The
Road Karya Jack Kerouac
1. Pendahuluan
The Beat Generation adalah sebuah gerakan
yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat yang menentang norma-norma yang
berlaku. Pergerakan ini muncul pertama kali di Amerika pada 1950-an, yang
ternyata menjadi era yang sangat menghawatirkan. Peradaban industri yang
intensif setelah Perang Dingin membawa kemakmuran ekonomi di Amerika, namun
menyebabkan ketelanjangan mental. Individualitas dan kebebasan telah dirampas
tanpa ampun. Gerakan The Beat Generation
tidak hanya mencanangkan konsepsi sastra baru tapi juga memprediksi pembebasan
keseluruhan pikiran. Jauh lebih penting lagi telah melekat pada pilihan hidup
penganutnya yang pada masa sulit. Mereka memeluk individualisme ekstrim, dan
mengambil tindakan “gila” sebagai sarana yang efektif untuk menerobos
keterikatan sistem moral dan hukum konvensional. Persebaran budaya The Beats Generation berkembang melalui
interaksi sosial dalam masyarakat.
Manusia hidup dalam
suatu kelompok masyarakat, dan akan saling berinteraksi satu sama lain, sesuai
dengan kodratnya sebagai makhluk sosial yang tidak dapat bertahan hidup
sendiri. Melalui proses interaksi simbolik
tersebut, terjadilah suatu proses timbal balik yang kemudian mempengaruhi
pihak-pihak yang terkait di dalamnya, dalam hal ini manusia sebagai makhluk
individu yang khas dan istimewa. Pengaruh lingkungan sekitar dalam proses
interaksi simbolik itulah yang pada akhirnya membentuk karakter tiap-tiap
individu manusia. Perbincangan mengenai interaksi manusia dalam kehidupan
sosial sudah banyak diangkat dalam berbagai penelitian ilmiah dan karya-karya
sastra terkenal. Dalam Penelitian ini penulis mengangkat fenomena yang diambil dari novel On the Road karya Jack Kerouac.
Keputusan dalam bertindak
dilatarbelakangi oleh berbagai macam dasar. Dalam buku yang
berjudul Mind, Self and Society,
George Herbert Mead memfokuskan interaksi simbolik pada tiga ide dasar yaitu,
pikiran manusia (Mind) mengenai diri (Self), dan hubungannya
di tengah interaksi sosial, dan tujuan bertujuan akhir untuk memediasi, serta menginterpretasi makna di tengah masyarakat (Society) dimana
individu tersebut menetap. Ide-ide dasar ini membentuk makna yang menghasilkan
interaksi simbolik. Makna itu berasal dari interaksi, dan tidak ada cara lain untuk membentuk makna, selain dengan membangun
hubungan dengan individu lain melalui interaksi. Berdasarkan
teori tersebut, dapat diteliti bahwa terjadinya pergerakan The Beat Generation dipengaruhi oleh adanya Interaksi Simbolik
antar masyarakat.
Sebagai objek penelitian, Novel karya Jack Kerouac, On the Road merupakan salah satu karya sastra yang berada dalam era
pergerakan artistik pada tahun 1950-1960an di Amerika yang menggambarkan
kebebasan, penggunaan narkoba, dan seks bebas. Novel On the Road menceritakan tentang seorang jurnalis bernama Sal
Paradise yang melakukan sebuah perjalan dari bagian timur ke barat Amerika.
Perjalanan seperi itu pada tahun 1950an di Amerika merupakan hal yang tidak
biasa. Keputusan yang dilakukan Sal tersebut dilatar belakangi oleh
keinginannya untuk keluar dari zona nyaman di hidupnya. Cerita ini tidak
berhenti pada saat Sal memutuskan untuk melakukan perjalan, namun hal tersebut
justru sebuah awal dari cerita On The
Road. Keputusan Sal untuk keluar dari zona nyaman dengan melakukan sebuah
perjalanan adalah bentuk dari tindakan yang dipengaruhi oleh The Beat Generation. Interaksi simbolik
atas tindakan tersebut juga dipengaruhi oleh adanya sugesti dari seorang teman,
Dean, yang mengispirasikan Sal untuk keluar dari zona nyaman. Penulis berasumsi
bahwa tindakan tersebut dipengaruhi adanya factor psikologis. Berdasarkan teori
Interaksi simbolik oleh Mead, Interaksi dipengaruhi oleh
faktor psikologis, yaitu imitasi, sugesti, identifikasi, dan simpatik.
2. Pembahasan
2.1 The Beat Generation
The
Beat Generation muncul pertama kali di Amerika pada 1950-an, yang ternyata
menjadi era yang sangat menghawatirkan. Peradaban industri yang intensif
setelah Perang Dingin membawa kemakmuran ekonomi di Amerika, namun menyebabkan
ketelanjangan mental. Individualitas dan kebebasan telah dirampas tanpa ampun.
Gerakan The Beat Generation tidak
hanya mencanangkan konsepsi sastra baru tapi. Juga memprediksi pembebasan
keseluruhan pikiran. Jauh lebih penting lagi telah melekat pada pilihan hidup
penganutnya yang dibuat di masa sulit. Mereka memeluk individualisme ekstrim,
dan mengambil tindakan “gila” sebagai sarana yang efektif untuk menerobos
keterikatan sistem moral dan hukum konvensional. Istilah " The Beat Generation " diperkenalkan
oleh Jack Kerouac sekitar tahun 1948 untuk menggambarkan lingkaran sosialnya
yang didukung dengan karya-karya sastra yang mengusung pergerakan The Beat
Generation seperti, termasuk On the Road
oleh Jack Kerouac, Howl oleh Allen
Ginsberg dan Naked oleh Lunch William
Burroughs. Mereka merekam pengalaman mereka sendiri dan mengungkapkan kebenaran
mengenai kepahitan peradaban modern yang merampas kebebasan manusia. Bagi
mereka, seni dan perilaku terkait erat; seni mencerminkan perilaku, sedangkan
perilaku terwujud dari seni. Grakan The
Beats Generation tentunya memiliki factor-faktor yang melatarbelakanginya. Menurut
Dealunion (2004), gerakan The Beat
Generation dilatarbelakangi oleh faktor sosial dan politik. Setelah Perang
Dunia II, Masyarakat Amerika mulai cenderung menjadi masyarakat yang tertutup.
Mekanisasi yang intensif dan penerapan inovasi teknologi mengakibatkan
hilangnya privasi dan kebebasan rakyat, serta dianggap sebagai ideologi
tertinggi, yang benar-benar bisa memanipulasi manusia. Penyalahgunaan senjata
nuklir menciptakan sumber teror baru yakni, meyakinkan orang bahwa manusia akan
hancur oleh kekuatan ilmu pengetahuan. Seiring meningkatnya kekuatan Pentagon,
markas militer banyak yang didirikan di seluruh dunia untuk membuka jalan bagi
kebijakan supremasi Amerika. Ide-ide toleransi tradisional atas perbedaan
ideologi telah merosot menjadi semangat untuk keseragaman politik. Penghormatan
pada individualitas telah ditolak, yang diganti dengan penekanan opini publik
dan sensor untuk menulis karya. Perkembangan industrialisasi dipandu Amerika ke
dalam kemakmuran ekonomi tetapi menyebabkan kurangnya mental dan hilangnya kejujuran.
Akibat kondisi social dan politik yang seperti itu, muncullah gerakan The Beat
Generation yang memulai gaya baru penuh kebebasan untuk menentang norma-norma
yang sedang berlaku. Beats dianggap
sebagai kelompok sinis, pecandu narkoba, dan homoseksualitas. Mereka membawa
diri mereka sebagai sebuah kelompok yang ditinggalkan oleh budaya ortodoks, serta
memegang pandangan baru dan eksentrik
pada konsep moral.
Kemudian,
gerakan The Beat Generation juga
dilatarbelakangi oleh hasrat penolakan pada nilai-nilai masyarakat kelas
menengah yang berlaku di Amerika. Mereka menunjukkan penghinaan yang kuat pada
gaya hidup nyaman tetapi sangat membosankan dari kelas menengah yang menahan
nafas kebebasan individu sampai mati. Mereka menutup mata untuk terbawa arus dan
mengejar kehidupan baru yang menarik yang penuh petualangan dan kejutan, namun
telah menembus batasan moral konvensional. Beats
memiliki pencitraan buruk seperti, menggunakan obat-obatan terlarang, dan
melakukan tindakan kejahatan sebagai interpretasi kebahagiaan hidup, karena
mereka berpikir bahwa mereka hidup untuk diri mereka sendiri dan menganggap
diri mereka sebagai juara untuk kebebasan. Akan tetapi semuanya berubah menjadi
sebaliknya saat mencapai yang tingkat yang ekstrim. Tindakan pelanggaran menjadi berlebihan. Bahkan mereka
dianggap sebagai kelompok yang Bohemian
Hedonist. Selain itu, beats juga menganut faham fanatik dengan anarkisme. Menyalahkan
pemerintah yang buruk terhadap rezim nasional. Pada tahun 1982, Ginsberg menerbitkan
sebuah ringkasan mengenai efek penting dari eksistensi The Beat Generation. Pertama adalah Liberalisasi yang mencakup liberalisasi
spiritual, liberalisasi atau revolusi orientasi seksual dan terkadang
liberalisasi wanita. Asas kebebasan memang sangat ditekankan pada zaman
tersebut, penekanannya adalah kebebasan terhadap hak pribadi khususnya sudut
pandang pemikiran. Kebebasan dalam hal penyensoran juga dielukan. Mereka ingin
mengekspresikan kebebasa menyampaikan ideologi mereka kepada khalayak ramai.
Selanjutnya
adalah demistifikasi dan / atau dekriminalisasi ganja dan obat-obatan
terlarang. Bagi Beats, menggunakan ganja atau obat-obatan terlarang adalah hak
manusia yang tidak dapat dilarang oleh pemerintah. Pengunaannya pun dianggap
sebagai bentuk dari kebebasan individu. Oleh karena itu Beats menuntut
pemerintah untuk melegalkan penggunaan ganja dan obat-obatan terlarang. Dari
segi seni music, Evolusi rhythm and blues ke rock and roll berkembang sebagai bentuk seni yang tinggi
sebagaimana dibuktikan oleh The Beatles,
Bob Dylan, dan musisi populer lainnya, Penyebaran kesadaran ekologis yang
ditekankan sejak dini oleh Gary Snyder dan Michael McClure, gagasan tentang
"Planet segar". Adanya Oposisi terhadap peradaban mesin industri
militer, seperti yang ditekankan dalam tulisan-tulisan Burroughs, Huncke,
Ginsberg, dan Kerouac. Perhatian pada apa yang dikatakan oleh Kerouac, bahwa
sebuah "religiusitas kedua" berkembang di dalam peradaban maju. Kembali
ke penghargaan terhadap idiosyncrasy sebagai
bentuk perlawanan terhadap resimentasi negara. Menghormati tanah air, masyarakat
beradat dan makhluk hidup, sebagaimana dinyatakan oleh Kerouac dalam slogannya
dalam On the Road: "The Earth is an Indian thing".
2.2 Interaksi Simbolik
Makalah
ini mengambil teori interaksi simbolik yang bersumber dari pemikiran George
Herbert Mead. Interaksi simbolik atau yang sering disebut dengan
interaksionisme simbolik (symbolic
interactionism) merupakan salah satu pendekatan yang paling populer dalam
membahas interaksi sosial. Sebelum membahas lebih lanjut tentang pengertian
teori interaksi simbolik, akan dijelaskan terlebih dahulu pengertian interaksi
sosial. Menurut Prof. Dr. Soerjono Soekamto di dalam pengantar sosiologi,
interaksi sosial merupakan kunci semua kehidupan sosial. Dengan tidak adanya
komunikasi ataupun interaksi antar satu sama lain maka tidak mungkin ada
kehidupan bersama. Jika hanya fisik yang saling berhadapan antara satu sama
lain, tidak dapat menghasilkan suatu bentuk kelompok sosial yang dapat saling
berinteraksi. Maka dari itu dapat disebutkan bahwa interaksi merupakan dasar
dari suatu bentuk proses sosial karena tanpa adanya interaksi sosial, maka
kegiatan–kegiatan antar satu individu dengan yang lain tidak dapat disebut
interaksi.
Menurut
Mead, Interaksi sosial tidak selalu ditandai dengan mengadakan kontak muka atau
berbicara, tetapi interaksi sosial bisa terjadi manakala masing-masing sadar
akan adanya pihak lain yang menyebabkan perubahan-perubahan dalam perasaan
orang-orang yang bersangkutan. Hal itu bisa menimbulkan kesan di dalam fikiran
seseorang, yang kemudian menentukan tindakan apa yang akan dilakukannya.
Interaksi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor psikologi, berikut faktor-faktor
yang mempengaruhi interaksi social; yang pertama adalah Imitasi sebagai proses meniru yang
menyebabkan terjadinya interaksi sosial. Lalu, sugesti yang merupakan proses
mempengaruhi dari seseorang kepada orang lain. Prosesnya akan efektif apabila
penerima sugesti dalam kedudukan lebih rendah, dalam keadaan mental yang tidak
seimbang, atau apabila pemberi sugesti adalah orang yang lebih berwibawa.
Selanjutnya, identifikasi atau kecenderungan untuk menjadi sama dengan orang
lain yang menjadi idolanya. Identifikasi sifatnya lebih mendalam dari imitasi,
oleh karena kepribadian seseorang dapat terbentuk pada proses ini. Yang
terakhir adalah simpati yang merupakan proses di mana seseorang merasa tertarik
pada pihak lain. Ketertarikan menyebabkan orang cenderung untuk ingin selalu
berhubungan.
Interaksi sosial menjadi
kajian penting dalam sosiologi. Untuk mempelajari lebih dalam mengenai
interaksi sosial, sosiologi menggunakan pendekatan perspektif interaksionis,
yang salah satu pendekatan yang paling terkenalnya adalah pendekatan
interaksionisme simbolik. Kata simbolik mengacu pada penggunaan simbol-simbol
dalam interaksi. Simbol adalah sesuatu yang diberi nilai dan makna oleh
pemakainya. Dengan demikian, simbol yang sama bisa berbeda-beda arti sesuai
dengan keinginan pemiliknya. Mead tertarik pada
interaksi, dimana isyarat non verbal dan makna dari suatu pesan verbal, akan
mempengaruhi pikiran orang yang sedang berinteraksi. Dalam terminologi yang
dipikirkan Mead, setiap isyarat non verbal (seperti body language, gerak fisik, baju, status, dll) dan pesan verbal
(seperti kata-kata, suara, dll) yang dimaknai berdasarkan kesepakatan bersama
oleh semua pihak yang terlibat dalam suatu interaksi merupakan satu bentuk
simbol yang mempunyai arti yang sangat penting (a significant symbol). Mead tertarik mengkaji
interaksi sosial, dimana dua atau lebih individu
berpotensi mengeluarkan simbol yang bermakna. Perilaku
seseorang dipengaruhi oleh simbol yang diberikan oleh
orang lain, demikian pula perilaku orang tersebut. Melalui pemberian isyarat berupa simbol, maka kita dapat mengutarakan perasaan, pikiran,
maksud, dan sebaliknya dengan cara membaca simbol yang
ditampilkan oleh orang lain.
Menurut
Herbert Blumer, yang merupakan seorang penganut pemikiran Mead, ia berusaha
menjabarkan pemikiran Mead mengenai interaksionisme simbolis. Menurutnya, pokok
pikiran interaksi simbolik juga ada tiga, yang pertama manusia bertindak (act) terhadap sesuatu (thing) atas dasar makna (meaning) yang dipunyai sesuatu tersebut
baginya. Kedua Blumer mengemukakan
bahwa makna yang dipunyai sesuatu tersebut berasal atau muncul dari interaksi
sosial antara seseorang dengan sesamanya.
Terakhir Blumer mengemukakan bahwa makna diperlakukan atau diubah melalui
suatu proses penafsiran (interpretative
process), yang digunakan orang dalam menghadapi sesuatu yang dijumpainya. Jadi,
interaksi simbolik pada intinya menjelaskan tentang kerangka
referensi untuk memahami bagaimana manusia, bersama dengan
orang lain, menciptakan dunia simbolik dan bagaimana cara dunia membentuk perilaku manusia.
2.2 Interaksi
Simbolik Yang Dipengaruhi Oleh Eksistensi The Beat Generation Pada Novel On The Road Karya Jack Kerouac
Sal Paradise adalah
seorang narator dalam On The Road karya Jack
Kerouac. Sal adalah seorang jurnalis muda yang tinggal di New York. Dia
memiliki hidup yang normal dan nyaman, namun hal itulah yang membuat dia merasa
hidupnya monoton dan kurang pengalaman. Dalam novel ini Sal menceritakan
pengalamannya ketika melakukan sebuah perjalanan dari East Coast ke West Coast.
Perjalanan dari bagian timur ke barat Amerika pada tahun 1950-an merupakan hal
yang sangat luar biasa. Menurut Caball, Timur dalam
konteks ini diterjemahkan sebagai intelektualitas, stagnansi, tua, ortodoks,
dan kritis. Sedangkan Barat
diterjemahkan sebagai gairah, semangat, muda, dan kebebasan. Bagi Sal, Dean adalah
ikon representatif dari Barat. Dia
menyukai Dean karena semangat, hasrat, intelegensi tak beredukasi yang
dimilikinya, yang merupakan gambaran semangat Barat. Pada akhirnya dengan modal $50, Sal pun pergi meninggalkan
zona nyamannya, New York, ke tempat yang menurutnya liar, California.
Tindakan Sal merubah gaya hidupnya
merupakan refleksi dari eksistensi The
Beat Generation. Seperti yang telah dipaparkan dalam subbab sebelumnya,
bahwa pergerakan The Beat Generation dilatarbelakangi
oleh kecintaan terhadap kebebasan. Sal yang awalnya adalah seorang Jurnalis
yang mempunyai kehidupan monoton akhirnya terpengaruh untuk keluar dari zona
nyamannya untuk mengecapi kebebasan. Lebih detil lagi, Interaksi
simbolik ditemukan di dalam novel On the
Road oleh Kerouac. Dari awal ceritapun tokoh utama sudah menunjukan
indikasi interaksi simbolik. Pada saat Sal mengenal Dean (tokoh pendukung
utama) yang berasal dari bagian barat Amerika, dia merasa bahwa karakteristik
seorang Dean sangatlah menarik. Setelah mengetahui sedikit tentang gaya hidup
Dean, Sal pun memutuskan untuk melakukan perjalanan ke California. Tindakan
yang dilakukan Sal tersebut dapat dinyatakan sebagai sebuah interaksi Simbolik
yang dilatar belakangi oleh faktor psikologis sugesti dan simpati. Sal
tersugesti untuk melakukan perjalanan karna menganggap bahwa hidup di bagian
barat sangat menyenangkan dan penuh dengan tantangan. Faktor tersebut juga
didukung oleh pemikiran pribadinya mengenai makna hidupnya yang dia anggap
biasa-biasa saja, sehingga keputusannya untuk keluar dari zona nyaman hidupnya
di bagian timur Amerika merupakan pemikiran dasar dari tindakannya untuk
melakukan perjalan. Lalu, tindakan tersebut juga dipermantap oleh adanya rasa
simpatik yang berasal dari tingkah laku Dean. Secara non verbal Dean telah menyebabkan
interaksi simbolik pada Sal. Apresiasi Sal kepada Dean
membentuk keinginannya untuk menjadi seperti Dean.
Selanjutnya untuk memperjelas gaya
hidup Beats yang dialami Sal di dalam
perjalanan, ada beberapa adegan yang merefleksikannya. Pertama, tindakan untuk
mengendarai Cadillac untuk memulai
perjalanannya dengan Dean ke Chicago, dan mengakirinya dengan mengubahnya
menjadi barang rongsokan. Cadillac adalah mobil impian bagi orang Amerika.
Mengendarai Cadillac berarti sebuah kemewahan yang menjadi impian orang
Amerika. Akan tetapi tindakan mereka untuk menghancurkan mobil impian itu
disebabkan oleh paham generasi The Beat
yang berpendapat bahwa kemewahan bukanlah simbol dari kebebasan. Tindakan
tersebut juga merupakan refleksi dari paham vandalisme yang dianut kalangan Beats. Jack Kerouac memperkenalkan frase
“Beat Generation”di tahun 1948 untuk mengarakteristikkan gerakan pemuda
antikonformis di Amerika yang memiliki kehidupan bebas seperti
bermabuk-mabukkan, menggunakan obat-obatan terlarang, dan seks bebas (Sante,
2007). Eksistensi generasi “The Beat” membuat mereka bertindak untuk
mengahancurkan mobil Cadillac-nya dengan segala kegilaan, kebebasan jiwa, dan
gaya hidup mereka. Selanjutnya In Los Angeles, Sal menemukan sisi gelap dari
pandangannya mengenai Barat, dia beranggapan bahwa barat itu brutal, hampir
seperti hutan. Pada saat itu juga Sal yang sedang ditemani oleh Terry (cinta
sesaat Sal), mengalami pelecehan oleh sekelompok remaja yang menghina mereka
dari dalam mobil.
Sal membutuhkan adaptasi
dalam obervasi kehidupannya. Pada satu titik dalam perjalan, Sal merasa
benar-benar harus meninggalkan San Fransisco. Dia tidak ingin melanjutkan
perjalanan kemana-mana lagi selain kembali ke timur. Pada saat itu Sal beranggapan bahwa tempat yang terbaik
adalah timur. Akan tetapi lama
kelamaan Sal dapat beradaptasi dengan perubahan yang dialaminya. Dia sudah bisa
mengatur emosi dan egonya, sehingga terlihat lebih dewasa. Kedewasaan yang
diraihnya dari sebuah perjalanan. Beberapa waktu setelah Sal dan Dean kembali
ke New York, Sal ingin memulai perjalanan lagi. Setelah mendapatkan uang dari
hasil penjualan bukunya ke penerbit, Sal memutuskan untuk pergi ke Barat lagi. Akan tetapi kali ini dia
tidak mengajak Dean, dan memutuskan untuk pergi sendirian. Bisa diperhatikan
bahwa kali ini Sal tidak mendapatkan pengaruh interaksi simbolik dari Dean. Dia
memutuskan untuk pergi ke Barat berdasarkan keinginannya sendiri. Walaupun pada
akhirnya Dean ingin ikut bersamanya untuk mengalami pengalaman seru bersamanya.
Mexico City merupakan akhir dari kebersamaan Sal dan Dean. Bisa dikatakan
disinilah transisi Sal untuk merubah sudut pandangnya terhadap kehidupan. Dia
tak lagi berwatak seperti orang dari Timur. Sal menjadi lebih objektif dan
lebih bebas lagi dari kehidupan sebelumnya.
3. Kesimpulan
Penulis menyimpulkan bahwa Novel On The Road Karya Jack Kerouac adalah
salah satu karya yang memiliki nuansa The
Beat Generation yang cukup kental. Nuansa The Beat Generation dapat terlihat dari latar waktu yang berada
pada tahun 1950an, tahun-tahun munculnya Beats
di Amerika Serikat dan mempengaruhi budaya masyarakatnya. Pada tahun itulah
istilah The Beat Generation di
populerkan oleh Jack Kerouac dan sastrawan lainnya melalui karya-karya sastra
spektakuler. Kekentalan asas kebebasan sebagai cirikhas utama kaum Beats terlihat dari tema utama dalam On the
Road, yaitu hiruk pikuk sebuah perjalanan pada zaman itu. Cerita ini
diawali dengan adanya keputusan dan tindakan pemeran utama, Sal Paradise,
seorang narator dalam cerita yang memutuskan untuk melakukan sebuah perjalanan
dari bagian timur ke barat Amerika. Tindakan yang diputuskan tersebut merupakan
tindakan yang dilatar belakangi oleh interaksi simbolik dalam aspek sosial dan
budaya pada tokoh-tokoh di dalamnya dalam bertindak. Aspek Sosial dan budaya yang
terkandung bertema karaktersistik dalam kebudayaan dan kehidupan sosial dari
msyarakat di The East Coast dan The West Cost. Istilah The East Coast merupakan gambaran
kehidupan sosial dan budaya masyarakat Amerika bagian Timur yang terkenal
monoton, tidak bersemangat, dan ketat akan peraturan. Sedangkan istilah The West Coast, sebaliknya menggambarkan
kehidupan sosial dan budaya masyarakat Amerika bagian Barat yang terkenal
dengan kebebasan, semangat, dan hedonisme. Kebrutalan kaum Beats yang merepresentasikan karakteristik masyarakat bagian Barat,
mensugesti warga bagian Timur untuk mengimitasi perilaku-perilaku, maupun cara
berfikir Beats. Interaksi simbolik
tidak hanya terbatas dengan cakupan individu kepada masyarakat saja, namun juga
antar individu.
Dalam cerita ini juga terjadi
interaksi simbolik antar individu. Contohnya adalah interaksi simbolik yang
terjadi antara Sal dan Dean. Sal yang memang ingin merubah kehidupannya yang
nyaman dan biasa-biasa saja menjadi lebih berwarna dengan cara memutuskan untuk
melakukan sebuah perjalanan ke Barat. Akan tetapi pengaruh keputusannya dalam
bertindak tersebut tidak hanya semata-mata ingin mencicipi gaya hidup Timur,
namun juga mendapat pengaruh dari seorang teman yang diseganinya, Dean. Dean
adalah seorang pria berasal dari Denver yang baru saja keluar dari penjara dan
mempunyai gaya hidup Beats seperti, seks bebas, menggunakan obat-obatan
terlarang, dan menganut faham hedonist. Bagi Sal, Dean adalah orang yang sangat
tepat untuk menjadi ikon untuk merepresentasikan karakteristik Barat. Segala
pola pikir dan tingkah laku liberal yang ekstrim dari Dean tidak membuatnya
beranggapan buruk atas Dean, malahan dia mengaguminya. Interaksi Simbolik yang
terjadi dilatarbelakangi oleh rasa simpatik dan sugesti yang diberikan Dean
sehingga Sal melakukan interaksi imitasi. Singkatnya, Sal ingin melakukan hal
yang sama sebagaimana yang dilakukan Dean. Akan tetapi di akhir cerita Sal
tidak lagi terpengaruhi oleh Dean. Hal tersebut terjadi karena Sal mengalami
pendewasaan dalam berfikir seiring dengan perjalanan yang dilakukannya. Dean
tak lagi menjadi ikon baginya, namun menjadi sahabat yang menginspirasikannya
untuk mengubah kehambaran hidupnya sebelumnya. Sehingga dapat disimpulkan
bahwa, tindakan seseorang dapat dilatar belakangi oleh berbagai aspek dan dari
siapapun namun pada akhirnya tindakan seseorang juga dapat dilatarbelakangi
oleh perspektif pribadi yang didasari kedewasaan diri.
Referensi
Bisbort, Alan. 2010. Beatniks: a guide to an American subculture.
Santa Barbara, CA: Greenwood Press
Caball, Burk. 2005. West Coast Culture. http://ezinearticles.com/?West-Coast-Culture&id=5879634
diunduh pada 31-7-2012
Dealunion. 2004. Beat Generation.
http://www.bluesforpeace.com/beat-generation2.htm Diunduh pada 31-7-2012
Ginsberg, Allen. 1985. A Definition of the Beat Generation, from
Friction: revised for Beat Culture
and the New America. New York.
Holmes, John Clellon. November
19, 1952. This is the Beat Generation.
The New York Times Sunday Magazine.
Holmes, John Clellon. 1958. The Philosophy of the Beat Generation.
Chicago: Esquire
Mead, George H. 1934. Mind, Self, and Society. University of
Chicago.
Sante. 2007. On the Road Again. New York: The New
York Times Company. http://www.nytimes.com/2007/08/19/books/review/Sante2-t-1.html
Diunduh pada 22-7-2012
Soekanto, Soerjono. 2002. Sosiologi Suatu Pengantar. rajagrafindo
Persada: Jakarta
No comments:
Post a Comment