Tuesday, August 16, 2011

Keigo : Ragam Bahasa Hormat




Keigo adalah bahasa atau kata-kata yang khusus dipergunakan untuk menunjukan kerendahan hati si pembicara terhadap teman bicara atau orang yang dibicarakan (Minoru, 1986 : 321). Pemakaian keigo merupan salah satu ciri khas kekayaan bahasa Jepang karena tampak sangat mencolok dalam pemakaian bahasa Jepang sehari-hari.

Sebagian besar orang yang sedang belajar bahasa Jepang merasa keigo atau bahasa hormat sangat sulit, bahkan untuk orang Jepang sekalipun, terutama generasi muda di Jepang. Inti yang menjadi permasalahan atas sulitnya pemahaman terhadap keigo antara lain cara penggunaan dan waktu penggunaan. Dalam kesempatan kali ini, penulis akan memaparkan pengetahuan yang berkaitan dengan keigo agar pembaca dapat menggunakan pengetahuan tersebut pada berbagai macam komunikasi. Limitasi penulis adalah mencakup jenis-jenis bahasa hormat dan pemakaiannya yang dilengkapi dengan beberapa contoh kalimat dan kata yang sering dipakai dalah pembicaraan formal.
Penulis berharap karya ini dapat memberikan kontribusi terhadap kekayaan khasanah ilmu pengetahuan bagi pembaca, khususnya mahasiswa/I jurusan sastra jepang dan pembaca yang menggeluti ilmu kesusastraan Jepang.

             Macam-macam Keigo
a.       Sonkeigo
Sonkeigo ialah bahasa hormat yang dipergunakan untuk menyatakan rasa hormat pembicara dengan cara menaikkan derajat orang yang menjadi pokok pembicaraan ( Bunkacho, 1985 : 25).  Persona kedua, persona ketiga secara langsung maupun tidak langsung mencakup perkara, keadaan, perbuatan, serta benda yang bersangkutan dan keluarga sang objek merupakan cakupan dari pernyataan hormat oleh pembicara. Tentu saja objek bagi pembicara adalah orang yang dihormati atau dianggap lebih tinggi kedudukannya baik secara derajat maupun umurnya daripada pembicara.
Untuk memperjelas penjelasan diatas, berikut cara penggunaan sonkeigo yang kerap digunakan ;
1)      Menyisipkan verba bentuk sopan, renyokei, di antara kata “O” dan “ni naru”, misalnya:
-          Kocho ga odekake ni naru.
-          Nani o okaki ni naru tsumori desuka.
2)      Menggunakan verba bantu reru pada godan katsuyo doshi (verba golongan I) dan menggunakan verba bantu rareru pada ichiban katsuyo doshi (verba golongan II), misalnya:
-          Kono e wa ano kata ga kakaremashita.
-          Ano kata ga kaerareta no wa itsu goro desuka.
3)      Menggabungkan verba irassharu, asobasu, dan kudasaru, misalnya:
-          Miura sensei wa hon o yonde irassharu.
-          Odekake asobasu.
-          Ki o tsukete kudasaru.
4)      Menggunakan verba hormat khusus, sonkei no doshi, misalnya:
-          Irassharu                     (iru, kuru, iku)
-          Ossharu                       (iu)
-          Nasaru                          (suru)
-          Kudasaru                     (ataeru)
-          Meshiageru                (taberu, nomu)
-          Mesu                            (kuru, noru)
-          Oboshimesu              (omou)
-          Goran ni naru            (miru)
5)      Menggunakan nomina hormat, sonkei no meishi, misalnya:
-          Otosan
-          Goshujin
-          Oneesan
-          Anata
-          Ano kata
-          Donata
6)      Menggunakan prefiks atau sufiks kata hormat, sonkei no settogo ya setsubigo, misalnya:
-          Anata no o-karada
-          Sekiya-sama
-          Harada-san
-          Yamada-sensei

b.      Kenjogo
Kenjogo atau bisa juga disebut dengan kensogo ialah bahasa hormat yang dipergunakan untuk menghormati persona kedua atau teman orang yang menjadi pokok pembicaraan dengan cara merendahkan derajat orang yang penjadi pokok pembicaraan (Bunkacho, 1985 : 27). Untuk memudahkan pemahaman akan cara pemakaian bentuk sopan ini, penulis mengaplikasikannya kedalam sebuah bagan :

 







Kalimat kenjogo yang diucapkan A kepada B bertujuan untuk menghormati D dengan cara merendahkan C. agar pembaca dapat lebih memahami cara penggunaan kenjogo, berikut beberapa teknik yang dapat digunakan;
1)      Menggabungkan Verba ~ itasu/moshi ageru/ageru dengan verba lain, misalnya :
-          O-yori – itashimasu.
-          O-machi- moshi agemasho.
2)      Menggunakan verba sopan khusus, kenson no doshi, misalnya :
-          Itadaku         (ku’u, morau)
-          Mairu            (iku, kuru)
-          Itasu              ( suru)
-          Orimasu       ( iru)
3)      Menggunakan pola kalimat : O ~renyokei~ suru, misalnya :
-          O-kaki-suru
-          O-okuri-suru

c.       Teineigo
Teineigo ialah bahasa hormat yang dipakai untuk menghaluskan kata-kata yang diucapkan pembicara kepada orang lain (Danasasmita, 1983 : 81). Teineigo sama sekali tidak ada hubungannya dengan merendahkan atau menaikan derajat seeorang yang menjadi poko pembicaraan. Teneigo semata-mata dipergunakan untuk menghormati teman bicara (persona kedua). Berikut ilustrasi cara penggunaan teineigo :
 



Berikut beberapa cara penggunaan teineigo :
1)      Menggunakan verba bantu : masu/ desu/ de gozaimasu, misalnya :
-          Budi wa ashita kaeri-masu
-          Doko e o-dekake desuka.
-          Ito wa watakushi – de gozaimasu
2)      Menggunakan prefix O/Go pada kata-kata tertentu, misalnya :
-          O-mizu
-          Go-ryoshin
3)      Menggunakan verga halus, teinei no doshi, misalnya :
-          Mosu            (iu)
-          Itasu              (suru)
-          Gozaimasu  (aru)

d.      Bikago
Menurut Ishida Shoichiro Bikago adalah bahasa hormat yang menghaluskan serta memperindah bahsa yang diucapkan. Bikago dipakai sebagai hiasan bahasa seseorang (Bunkacho, 1985 : 29). Contoh kalimat dari bikago misalnya,
Budisan wa inu o esa o ageru
Kata ageru pada kalimat diatas jika digunakan juga dalam kenjogo adalah penggunaan yang salah karena sepatutnya objek yang dihunakan adalah orang yang dihormati, namun berdasarkan aturan bikago kalimat diatasa adalah benar, karena kata ageru pada kalimat tersebut tidak mementingkan objek yang dihormati, namun tujuannya adalah untuk memperindah keseluruhan kalimat. Kalimat bikago lebih sering digunakan oleh wanita daripada laki-laki (Ishida Ochiro).
e.      Johingo
Berdasarkan etimologi bahasa Jepang, Johingo berasal artinya bahasa yanglemah gemulai atau anggun. Johingo hamper sama dengan bikago, bedanya adalah johingo dipakai melalui penggunaan prefix O/Go pada kata-kata tertentu, berikut contoh kata-kata yang menggunakan prefix tersebut dalam bentuk tabel :

Prefiks O
Prefiks Go
O-kangae
Go-iken
O-kimochi
Go-aisatsu
O-kosama
Go-ryoko
O-tanjyoubi
Go-ryoshin
O-genki
Go-shinpai

Prefiks O dipakai sebelum nomina, adjektiva-I, adjektiva-na, atau verba yang menyatakan rasa hormat. Pada kata-kata yang berasal dari bahasa Cina biasanya menggunakan prefix Go tetapi ada pula diantaranya yang memakai prefix O (Bunkacho, 1981 : 124). Yang menjadi jadi kesulitan dalam menggunakan aturan kata hormat ini adalah kurangnya aturan yang pasti. Maksudnya, suatu kata akan menjadi halus jika menggunakan prefiks tersebut, tetapi ada pula kata-kata yang sama sekali tidak dapat menggunakan prefiks tersebut. Bahkan akan menjadi rancu jika digunakan. Berikut beberapa peraturan mengenai tata cara penggunaan prefiks sebagai jihongo ;
1)      Pada kata-kata yang menyatakan suatu upacara, peristiwa, atau perayaan, misalnya :
-          Omedetou
-          Osan
-          Omairi
-          Orei
2)      Pada kata-kata yang menyatakan barang yang dipakai, misalnya :
-          Okurumi
-          Omutsu
-          Oshime
-          Ofuru
3)      Pada nama-nama makanan, misalnya :
-          Okashi
-          Oyu
-          Ocha
-          Osake
-          Odango
4)      Pada nama-nama barang atau alat-alat, misalnya :
-          Ozen
-          Owan
-          Otama
-          Oshiroi
5)      Pada kata-kata yang berhubungan dengan manuia, misalnya :
-          Onaka
-          Oshaberi
-          Odeki
-          Ozanari




              Kesimpulan
Bahasa hormat dipakai dengan cara mempertimbangkan hubungan antara pembicara, teman berbicara, dan orang yang dibicarakan. Tentu saja yang dipertimbangkan di sini adalah siapakah orang dibicarakan, apakah mereka termasuk bawahan, atasan, atau sederajat dengan pembicara, sehingga dapat menentukan jenis bahasa hormat yang pantas digunakan.
Pada suatu kalimat seringkali kombinasi bahasa hormat digunakan. Maksud kombinasi di sini adalah pemakaian beberapa jenis bahasa hormat pada suatu kalimat kepada orang yang dibicarakan.perhatikanlah contoh kalimat berikut :
        Sensei ga ryoko ni irasshaimasu
Pada kalimat tersebut  terjadi kombinasi bahasa hormat sonkeigo pada irassharu dan teineigo pada masu yang ditujukan kepada persona kedua atau teman bicara. Kombinasi bahasa hormat tersebut  tidak dianggap berlebihan karena kombinasi ini sebagai kombinasi jenis bahasa hormat yang berlainan dan ditujukan kepada objek yang berlainan pula.





3 comments:

  1. Thanks kk, ini membantu yang sedang belajar Bahasa Jepang lhhoo :D

    ReplyDelete
  2. benkyou ni narimashita..arigatogozaimasu

    ReplyDelete
  3. benkyouni narimashita...arigatougozaimasu

    ReplyDelete