KESUSASTRAAN ZAMAN MODERN
I. PENDAHULUAN
Ciri-ciri utama dari kesusastraan modern adalah dengan adanya Restorasi Meiji yang menjadi langkah awal bagi Jepang untuk menuju ke zaman modern. Jepang menyadari akibat politik isolasi yang berlangsung lama, sehingga memasukkan kebudayaan barat yang tergesa-gesa. Begitu juga bidang kesusastraan banyak menerima pengaruh dan dorongan dari kebudayaan barat, dan kemudian berkembang dalam negara Jepang. Kesusastraan zaman modern mencerminkan manusia yang hidup dalam masyarakat modern yang cenderung mempunyai sifat borjuis yang menganut paham liberal dan demokrasi. Pada periode awal masuknya kesusastraan barat dipelopori oleh golongan terpelajar yang dimulai dengan kesusastraan terjemahan. Perkembangan aliran realisme yang pesat dan juga aliran romantisme dan naturalisme yang berasal dari pengaruh kesusastraan barat. Pada periode akhir sebagai akibat perubahan masyarakat setelah perang dunia I, timbulah suatu aliran sosialisme. Yaitu kesusastraan yang mengangkat cerita pertentangan antara dua golongan kelas dalam masyarakat menjadi terkenal.
Setelah Perang Dunia II berakhir, aliran proletar, aliran pembaharuan, dan aliran tradisional muncul kembali, namun dengan penampilan yang berbeda dengan sebelumnya dengan nama yang berbeda pula yaitu Minshushugi Bungaku (Kesusastraan Aliran Demokrasi), Sengoha Bungaku ( Kesusastraan Aliran Sesudah Perang) yang mencari gaya kesusastraan baru dan aliran yang merupakan kelanjutan dari kesusastraan tradisional.
Kesusastraan Zaman Pencerahan
Para cendikiawan yang membawa pemikiran-pemikiran baru setelah pulang belajar dari luar negeri dalam melancarkan jalannya Bunmei Kaika (Revolusi Kebudayaan), antara lain diwakili oleh dua tokoh yaitu, Fukuzawa Yukichi dan Nishi Amane. Karya terkenal dari Fukuzawa Yukichi adalah Gakumon no Susume dan buku terkenal dari Nishi Amane adalah Hyakugaku Renkan.
Kesusastraan Terjemahan
Berbagai ragam hasil karya barat diterjemahkan dan ditiru sehingga memberikan dorongan dan semangat untuk melahirkan kesusastraan baru. Misalnya Arabia monogatari yang merupakan ringkasan buku Arabia Night dalam bahasa Jepang. Niwa junichiro menterjemahkan buku karya Lytton dengan judul Karyuu Shunwa yang mendapat sambutan baik sebagai hasil karya yang bermutu tinggi. Nakae Chomin dengan karya terjemahan berjudul Uishi bigaku memperkenalkan cara berpikir yang sistematis dalam kesusatraan, tetapi juga memperkenalkan aliran romatisme dan aliran naturalism.
Aliran Realisme
Argumen sastra yang menghendaki zaman baru menganjurkan pemakaian aliran realisme di Jepang. Para pencetus pendapat ini menolak cara berpikir yang menitik beratkan pada cerita cerita yang bertemakan kanzen chooaku (Yang benar akan berakhir dengan kemenangan dan yang salah akhirnya akan kalah) di dalam novel.
Diantara teori penulisan sastra yang mereka anut teori realisme menempati kedudukan yang paling dominan. Karya Tsubouchi Shooyoo berjudul Shosetsu Shinzui menggambarkan kehidupan duniawi, perasaan dan gerak hati manusia yang teknik penulisannya tidak boleh hanya menggambarkan kulit luarnya saja tetapi harus membongkar dan memperlihatkan dengan jelas apa yang sebenarnya terdapat didalamnya. Shooyo telah membuka sejarah baru dalam kesusastraan Jepang dengan jasanya menyingkirkan paham dan pandangan yang menganggap kesusastraan hanyalah untuk hiburan dan ceritanya harus mengutamakan kepahlawanan, sepert dalam novelnya.
Shoosetsu Sooron (kesimpulan tentang teori novel) yang ditulis oleh Futabatei Shimei melengkapi dan memperbaiki teori yang telah ada dalam Shoosetsu Shinzui. Tujuannya adalah untuk mengkritik karya yang ditulis oleh Shooyo. Teori yang diungkapkan oleh Futabatei dalam buku itu mengambil dasar pemikiran kesusastraan rusia. Teorinya dipergunakan dalam novel Ukigumo yang menceritakan seorang cendekiawan baru yang telah menyadari ego modern dan menentang unsur unsur feodal. Gaya bahasa yang digunakannya adalah penyatuan bahasa lisan dan bahasa tulisan.
Aliran Pseudoklasik
Akhirnya timbullah suatu golongan yang mengkritik dan menentang westernisasi yang ekstrim, yaitu yang memasukkan ilmu pengetahuan baru dari barat secara tergesa-gesa. Meiji tahun 20 (1887) diselenggarakan Rokumeikan Kasoobutokai (parade yang diselenggarakan oleh golongan yang menerima perluasan kebudayaan barat di Jepang ) sebagai puncak westernisasi. Sementara itu timbul dengan cepat golongan menentang westernisasi yang dipelopori oleh Narushima Ryuuhoku. Didalam dunia kesusatraan Jepang timbul kecenderungan sastrawan untuk kembali ke sastra klasik, sehingga pengarang-pengarang sastra klasik seperti Saikaku dan Chikamatsu memperoleh penghargaan kembali.
Aliran Romantisme
Moori Ogai sebagai seorang dokter tentara dikirim oleh pemerintahan Jepang untuk memperdalam ilmunya di Jerman. Setelah ia kembali ke Jepang ia dengan aktif mengembangkan pengetahuannya diluar ilmu kedokteran seperti kesusastraan, kesenian maupun filsafat barat. Karena banyaknya ilmu pengetahuan yang dikuasai sampai sampai dijuluki Teebesu Hyakumon no Taito (seratus pintu kota Tebes). Ada tiga buah novel yang ditulis berdasarkan kehidupan yang dialaminya di Jerman yaitu Maihime, Uta kata no ki, dan Fumizukai. Ketiga novel tersebut merupakan novel percintaan anak muda yang dilukiskan dengan romantis tetapi berakhir dengan kesedihan, Maihime menggambarkan cara hidup kaum remaja terpelajar yang sudah sadar akan pribadinya sebagai akibat dari pemikiran modern.
Aliran Naturalisme
Naturalisme dalam kesusastraan Jepang tumbuh sebagai akibat dari pengaruh pengarang Perancis aliran Naturalis bernama Emile Zola. Pengaruh Zola ini cepat dikenal dengan munculnya sebuah buku yang berjudul Isibigaku.
Shimazaki Tooson memulai karirnya sebagai penyair yang memperkenalkan karya karyanya melalui media kesusastraan bernama Bungakukai. Selain itu novel hakai (melanggar petuah) yang telah merubah dirinya menjadi penulis novel. Hakai melukiskan tentang rahasia pribadi manusia modern yang mengalami kehidupan yang resah karena harus menyembunyikan rahasia tetapi berakhir dengan bentuk pengakuan pelakunya. Karya lain yang terkenal adalah Haru (musim semi), Ie (rumah), dan Shinsei (kehidupan baru) yang merupakan novel panjang dan berorientasi pada kehidupan pribadinya yang ditulis dengan bentuk naturalisme. Isi novelnya mempunyai tema yang sangat luas berdasarkan cinta sesama manusia.
Nagai kafuu yang memulai karirnya sebagai pengarang naturalisme, setelah kembali tugas belajar dari luar negeri. Ia menulis buku berjudul Amerika monogatari, Furansu monogatari. Untuk membangkitkan kembali perasaan mencintai Jepang zaman dulu, Kafuu yang tertarik pribadi manusia zaman Edo mengambil tema dunia geisha yang ditulis dalam novelnya yang berjudul Sumigagawa. Cerita ceritanya selalu bermotif keadaan yang selalu menyenangkan tetapi didalam keadaan seperti itu menerangkan bahwa status pengarang yang tidak baik dalam masyarakat beserta perasaan putus asa yang dimilikinya. Bukunya yang berjudul Mitabungaku dan Subaru menjadi titik tolak dari aliran Tanbiha (Estetissisme).
Tanizaki Juichiro penganut aliran Tanbiha, berbeda dengan nagai Kafuu, ia selalu melukiskan tentang kecantikan wanita dengan menonjolkan keindahan yang aneh dari wanita tersebut. Dia melukiskan bahwa wanita itu dilukiskan sebagai seorang yang lemah lembut dan tidak berdaya tetapi menyembunyikan kekuatan dan suatu keindahan yang misterius sepertinya yang dilukiskan dalam novelnya Shisei (tatoo) juga dalam novelnya yang berjudul Chijin no Ai (Cina seorang binal). Kesusastraan intelektual dan kesusastraan moral.
Mori Oogai dan Natsume Sooseki adalah dua tokoh besar dalam kesusastraan modern Jepang yang tidak sepaham dengan aliran naturalis Jepang. Mereka banyak berkecimpung dalam kesusastraan asing dan mempunyai pengetahuan luas dalam bidang pendidikan. Mereka merupakan pelopor yang memberi cahaya terang dalam kesusastraan modern Jepang dengan kritik yang bersifat ilmiah dan etik. Karya karyanya antara lain Vita Sexualis, Seinen, dan Gang yang menghias majalah Subaru. Natsume Sooseki dijuluki Yoyuha (Grup santai karena berkecukupan), Kotoha (transendentalis) dan Haikaiha (pengarang yang puitis). Karya novel yang terkenal berjudul wagahai wa neko de aru (saya adalah kucing) yang berbentuk satire dan novel kusamakura (bantal rumput).
Kokoro Bochan, hasil karyanya banyak berisikan tentang moral dan pada akhir hidupnya ia mengarahkan tema dan kesusastraan yang ditulisnya pada paham sokuten kyosi (meninggalkan ego dan menghadapkan diri pada yang lebih tinggi). Suzuki Miekichi terkenal dengan penulisan yang puitis dan halus seperti dalam novel Chidori dan Kuwa no Mi. ia adalah seorang perintis yng mengembangakn kesusastraan anak-anak dengan hasil kerjanya menerbitka majalah Akai Torii (1918). Majalah ini selain memuat novel anak-anak, juga memuat cara menulis huruf indah sehingga digemari alah anak-anak dan remaja.
Akutagawa Ryunosuke adalah Murid Sooseki yang berbakat yang memulai karirnya dari majalah Shinshicho. Karyanya Hana sebuah novel satire yang mengambil bahan dari cerita klasik. Diakhir hidupnya dia tidak bisa mengikuti dan menyesuaikan diri dengan dunia sekililingnya. Dia menulis Kappa dan Haguruma, dalam keragu-raguan terhadap dirinya dan dalam penderitaan jiwanya. Hatinya tersiksa oleh tekanan jiwa dan dilampiaskan ke dalam karya-karyanya. Aliran Shirakaba adalah suatu grup yang menganut paham humanisme yang berdasarkan paham idealisme dan menentang pandangan naturalisme. Mereka menjunjung tinggi individu seseorang dan mencoba membentuik kembali keluhuran budi manusia. Pengarang pengarang yang termasuk kedalam grup ini adalah Arishima Takeo, Satomi Ton dan Shiganaoya. Mushanokooji Saneatsu adalah pelopor aliran shirakaba.
Shiga Naoya pengarang yang mempunyai sifat keras, menjunjung tinggi kesusilaan, dan menentang ketidakadilan. Dia mempunyai pandangan tersendiri tentang kehidupan yang didasari humanism. Gaya penulisannya realis dan condong pada shinkyo shoosetsu (novel psikologis). Dia banyak menulis cerpen, antara lain Ki No Saki nite ( Di Ki no Saki), Wakai (rujuk) dan lainnya. tema ceritanya diangkat dari kegetiran hidup tetapi kemudian berkembang kearah pemurnian jiwa.
Kawabata Yasunari banyak menulis cerpen, ciri khas novelnya banyak menuangkan perasaan anak yatim yang dialaminya sendiri. Didalam kemurnian lirik tersebut mengalir alam tak berperasaan dan kenihilan dan ia juga mempunyai kelebihan dalam melukiskan seorang gadis. Karyanya yang terkenal Izuno odoriko. Karya lainnya adalah yukiguni, karya sastra yang mendapat penghargaan tinggi diseluruh dunia. Dalam novel yukiguni menggambarkan kehidupan nyata dari gadis di negeri salju, perpaduan jiwa yang halus dilukiskan dengan latar belakang pemandangan negeri salju yang mengandung macam macam pengertian. Kawabata Yasunari memperoleh penghargaan nobel bidang kesusastraan tahun 1984 dan dilanjutkan oleh Oei Kenzaburo yang memperoleh nobel bidang kesusastraan tahun 1994.
II. SEJARAH
Periode Meiji (1868-1912)
Restorasi Meiji, gelombang menyapu genre sastra Jepang dari luar negeri, berdampak pada bentuk Tokugawa yang dan menghasilkan percobaan terinspirasi. Seperti sastrawan yang berpikiran bergabung bersama dalam sekolah-sekolah untuk mempublikasikan cerita dalam jurnal mereka sendiri dan majalah. Para elit sastra membentuk komunitas bersatu-padu dikenal sebagai bundan, di mana sistem patronase dan murid relatif tetap kuat sampai akhir-akhir ini. Awal Meiji melihat peningkatan yang sangat besar dalam sejumlah karya asing diimpor ke Jepang, termasuk karya politik dan filosofis serta novel.
Terjemahan dari karya-karya ke dalam bahasa Jepang kick-mulai banyak perkembangan sastra yang luas, seperti pengakuan dari novel terstruktur panjang sebagai bentuk seni di barat; inspirasi untuk bereksperimen dengan genre yang berbeda dan gaya tulisan, dan upaya sadar untuk berbicara mewakili Jepang di cetak, melarikan diri dari kata-kata elegan dan tanggal ditulis Jepang digunakan hingga saat itu.
Pada tahun 1880-an, fokus pada menerjemahkan karya Disraeli, Voltaire dan Hugo dikombinasikan dengan kesadaran politik kontemporer Jepang untuk membuat novel politik Meiji, yang mendramatisir isu-isu kontemporer kenegaraan dan kebangsaan. Tokutomi Soho (1863-1957) mengkritik karya-karya tersebut untuk polemik transparan mereka, plot lemah dan karakterisasi dangkal.Itu adalah sebagian ke alamat kelemahan seperti yang Tsubouchi Shoyo (1859-1935) menulis esai terkenal, Shosetsu shinzui (Esensi dari Novel, 1885), berdebat untuk pengembangan sastra yang mendalam dan artistik cocok untuk zaman modern Jepang.Sementara Tsubouchi tidak pernah bisa memasukkan teorinya ke dalam praktek dirinya, karyanya terinspirasi apa yang umumnya dikenal sebagai novel modern pertama Jepang'.
Ukigumo, yang ditulis oleh teman dekat Futabatei Tsubouchi's Simei (1864-1909), meneliti kehidupan seorang 'pahlawan berlebihan' seperti bisa menemukan di Turgenev.Pembaca pengalaman pemikiran pahlawan Bunzo seolah-olah istimewa untuk berada di dalam kepalanya. Untuk menciptakan rasa kedekatan yang lebih besar, Futabatei menggunakan bahasa Jepang lebih dekat untuk berbicara daripada ditulis gaya tradisional. Inovator lain Meiji Higuchi Ichiyō awal (1872-1896), yang bercerita tentang kehidupan di jalan-jalan Tokyo menunjukkan sensibilitas simpatik dan rasa yang sangat berkembang dari realism tahun 1885 juga melihat pembentukan kalangan teman-teman berminat sama sastra disebut Ken'yusha atau 'Teman tempat tinta', termasuk Ozaki Kōyō (1867-1903) dan Yamada Bimyo (1868-1910.
Shimazaki Toson (1872-1943), yang selama tiga tahun di Perancis, menjadi salah satu penulis pendiri Sekolah Naturalist. Novelnya Hakai (Perintah Broken, 1906) digambarkan penderitaan individu outcaste dalam menjaga rahasia kelahirannya, sementara Ie (Keluarga, 1910-1911) tercatat untuk bahasa jarang dan kurangnya tindakan.
Jepang Naturalisme, atau shizenshugi, sering dilihat sebagai yang paling otentik 'rumah-tumbuh' genre sastra Jepang. Mencapai puncaknya antara 1906-1910, prinsip-prinsip dasar shizenshugi mempengaruhi perkembangan sastra Jepang sampai sekarang.Setelah Perang Rusia-Jepang 1904-5, banyak penulis merasakan kekecewaan dan keinginan untuk kebenaran sebagai absolut artistik. Ada perasaan yang tumbuh di bundan bahwa seni sejati seharusnya tidak hanya menggambarkan kehidupan, tetapi harus bertindak sebagai media pengakuan untuk artis. Penulis-penulis seperti Tayama Katai (1872-1930), Kosugi Tengai (1865-1952) dan Tokuda Shusei (1871-1943) yang disebabkan skandal dengan mengakui rincian otobiografi kadang-kadang seram untuk menunjukkan kebenaran dari diri individu.
Prosa telanjang novel-aku pengakuan dosa, lebih memilih kebenaran untuk ekspresi kesenian bahkan dalam linguistik, adalah sangat dikritik oleh lebih sadar diri penulis artistik seperti Kafu dan Ōgai. Ōgai's Vita Sexualis, tahun 1909, ditulis sebagai parodi obsesi naturalis 'dengan seks dan penderitaan memanjakan diri sendiri.
Pengkhianatan Tinggi Insiden 1910 mengakibatkan penangkapan dan pelaksanaan Kotoku Shusui dan 10 anarkis lain untuk merencanakan pengkhianatan terhadap Kaisar. Kafu Nagai dan lain-lain terkejut pada tangan cobaan dan mempertanyakan peran mereka sebagai intelektual dalam keadaan semakin otoriter.Kematian Kaisar Meiji pada tahun 1912 meninggalkan banyak penulis, terutama Natsume Sōseki, mempertanyakan peran individu dalam fajar era baru.
Pengkhianatan Tinggi Insiden 1910 mengakibatkan penangkapan dan pelaksanaan Kotoku Shusui dan 10 anarkis lain untuk merencanakan pengkhianatan terhadap Kaisar. Kafu Nagai dan lain-lain terkejut pada tangan cobaan dan mempertanyakan peran mereka sebagai intelektual dalam keadaan semakin otoriter.Kematian Kaisar Meiji pada tahun 1912 meninggalkan banyak penulis, terutama Natsume Sōseki, mempertanyakan peran individu dalam fajar era baru.
Periode Taisho (1912-1925)
Pada tahun 1910 sekelompok penulis muda kelas atas membentuk Shirakaba-ha atau White Birch Sekolah, bersatu dalam kebencian mereka Naturalisme dan cinta seni Eropa. jurnal mereka, Shirakaba, mencapai popularitas tertinggi di tahun 1918 sebelum digantikan dengan menulis sosialis pada 1920-an.Meskipun anti-Naturalist dalam sikap mereka, para penulis Shirakaba terfokus intens pada kehidupan individu, berusaha untuk mengaktualisasikan filsafat humanisme dan realisasi diri melalui bentuk sastra yang dikenal sebagai "Aku-novel '. Naoya Shiga (1883-1971) terkenal untuk renungan otobiografi tentang hidup dan mati, sebagian besar dalam bentuk cerita pendek impresionistis, novellas dan esai seperti Kinosaki te ni (Pada Kinosaki, 1917).
satu novel yang panjang, An'ya koro (A Dark Night's Passing, 1937) menunjukkan gaya langsung dan kuat dan kepedulian dengan hubungan individu dengan Alam. Pekerjaan Arishima Takeo (1877-1923) bekerja adalah dramatis dan emosional, namun digunakan banyak unsur naturalistik, dilihat dalam kisah suram Kain tidak matsuei (Keturunan Kain, 1917).Aru onna (A Woman tertentu, 1919) dipandang sebagai karya-Nya, potret individu mencolok Yoko mengambil karakterisasi ke ketinggian baru. Buku itu dianggap sebagai pukulan mencolok untuk feminisme dalam penggambaran atas harapan sosial yang menindas terhadap perempuan.
Melalui tahun 1920-an ada proliferasi jurnal perempuan dan majalah sastra, termasuk Seito (Blue Stocking), disertai dengan pertumbuhan pembaca wanita sebagai perempuan lebih memiliki pendapatan sekali pakai dari sebelumnya. Perkembangan utama dalam literatur saat ini adalah klasifikasi bungaku joryu atau 'sastra perempuan' sebagai kategori yang berbeda. Sementara Higuchi Ichiyō telah dilihat sebagai individu yang cemerlang, sukses di dunia pria, meningkatnya jumlah perempuan memilih untuk mencari nafkah dari menulis tidak anggota bundan dan tidak dapat mengalami kehidupan yang sama dalam masyarakat yang memberikan penulis laki-laki yang lebih luas berbagai subjek.Penerbit dan editor mengambil keuntungan dari pertumbuhan dalam sastra perempuan, bekerja editing oleh penulis perempuan untuk membesar-besarkan karakteristik feminin mereka dan menciptakan sebuah genre buatan sesuai dengan stereotip sosial dan harapan.
Melalui tahun 1920-an ada proliferasi jurnal perempuan dan majalah sastra, termasuk Seito (Blue Stocking), disertai dengan pertumbuhan pembaca wanita sebagai perempuan lebih memiliki pendapatan sekali pakai dari sebelumnya. Perkembangan utama dalam literatur saat ini adalah klasifikasi bungaku joryu atau 'sastra perempuan' sebagai kategori yang berbeda. Sementara Higuchi Ichiyō telah dilihat sebagai individu yang cemerlang, sukses di dunia pria, meningkatnya jumlah perempuan memilih untuk mencari nafkah dari menulis tidak anggota bundan dan tidak dapat mengalami kehidupan yang sama dalam masyarakat yang memberikan penulis laki-laki yang lebih luas berbagai subjek.Penerbit dan editor mengambil keuntungan dari pertumbuhan dalam sastra perempuan, bekerja editing oleh penulis perempuan untuk membesar-besarkan karakteristik feminin mereka dan menciptakan sebuah genre buatan sesuai dengan stereotip sosial dan harapan.
Sebagai jawaban atas Insiden Kotoku dan pergolakan politik demokrasi Taisho, 'sastra proletar' menjadi terkenal pada 1920-an. Seperti novel Meiji politik, sastra proletar bertujuan untuk penyebarluasan cita-cita politik, kali ini di jalan sosialisme.Proletar penulis berasal dari latar belakang bervariasi: Kuroshima Denji (1898-1943) adalah petani; Hayama Yoshiki (1894-1945) seorang pekerja dan Hayashi Fusao (1903-1975) intelektual.
Sama seperti kematian Kaisar Meiji telah berdampak pada literatur Meiji, Great Kanto tahun 1923 Gempa mengguncang penulis pada akhir periode Taisho. Ketika Jepang baru gagal untuk bangkit dari abu Tokyo, kekecewaan Tanizaki's termanifestasi dalam pindah ke Kansai dan fokus baru pada budaya tradisional. Perubahan tersebut dapat dilihat yang paling dramatis dalam perbedaan antara tidak Chijin Ai dan Tade Mushi kuu.
Periode Showa awal (1925-1945)
Dari Taisho untuk Showa awal gerakan sastra yang paling berpengaruh adalah Modernisme. Penulis yang bereksperimen dengan bentuk dan gaya Modernisme termasuk Haruo Sato (1892-1964), Ito Sei (1905-1969) dan Hori Tatsuo (1904-1953), menulis di bawah pengaruh stylist seperti James Joyce dan DH Lawrence. Namun, Yokomitsu Riichi (1898-1947) arguably melakukan paling untuk membawa Modernisme Eropa untuk sastra Jepang.
Kikai (The Machine, 1930) dan Shanghai (1928-1931) menunjukkan perjuangan individu terhadap gelombang industrialisasi, revolusi dan pertumbuhan ekonomi dunia yang cepat berubah. Yokomitsu menggunakan seluruh panca indera dalam menciptakan suatu realitas internal dalam karya-karyanya. Bersama dengan Kawabata Yasunari (1899-1972), mendirikan Yokomitsu Shinkankaku-ha atau New sensasional Sekolah, yang berusaha ke tanah subjek modern di dunia melalui kesadaran persepsi indera. ide-ide mereka disebarluaskan melalui jurnal Bungei Jidai 1.924-1.930.
Yasunari Kawabata menjadi terkenal sebagai penulis Jepang pertama yang dianugerahi Hadiah Nobel Sastra, pada tahun 1968. Kawabata dan Tanizaki Jun'ichiro, yang dimulai sebagai modernis, kemudian beralih ke tema Jepang lebih tradisional dan terkenal karena karya-karya lama mereka memuji keindahan estetika Jepang.
Tren sastra besar di tahun 1930-an dan 40-an dikembangkan dari literatur Taisho proletar, yang tiba-tiba berakhir pada tahun 1933 ketika polisi membunuh para simpatisan Komunis Kobayashi Takiji (1903-1933). Kobayashi dan lain-lain terpaksa bawah tanah ketika pemerintah meningkatkan penindasan terhadap kaum intelektual sayap kiri selama perang dengan Cina pada 1930-an awal. Setelah kesyahidan Kobayashi's, banyak penulis yang telah dipenjara karena kecenderungan mereka kiri memutuskan untuk meninggalkan sosialisme mereka sebelumnya, sehingga menimbulkan tenko atau 'sastra penolakan'. Setelah perang, banyak dari konversi ini ternyata telah di bibir kepada pemerintah, sebagai penulis tetap memegang keyakinan Komunis saat menulis sebaliknya.
Terakhir ini telah dilihat dengan jijik setelah kekalahan di tahun 1945, tapi melayani sebagai pengingat penting dari patriotisme terinspirasi oleh perang. Buku harian Hino Ashihei (1907-1960) mendeskripsikan keterlibatannya dalam Insiden Cina tahun 1937, Mugi untuk heitai (Gandum dan Prajurit) terjual lebih dari satu juta eksemplar. Ini digambarkan tentara Jepang sebagai Hino heroik dan mulia dan didirikan untuk waktu sebagai pahlawan nasional sendiri. Sebaliknya, Nobi (Kebakaran di Dataran, 1951) oleh Ooka Shohei (1909-1988) menyampaikan penuh kengerian perang, berdasarkan pengalamannya sendiri di Pasifik. Ledakan gairah dari penulis tenko mendukung bangsa dalam perang sekarang dilihat sebagai agak memalukan, dan kebangkitan menulis sayap kiri setelah 1945 menunjukkan kekuatan abadi perasaan kiri dalam sastra Jepang.
Periode Showa berikutnya (1945-1975)
Tahun-tahun 1945 segera setelah melihat munculnya sastra kreatif, sebagai sensor menindas dan pembatasan perang dicabut.Bahkan di bawah Pekerjaan sensor, penulis tenko beberapa kembali ke cita-cita sosialis mereka, sementara para penulis muda menikmati kebebasan publikasi bahkan tidak dibatasi oleh kekurangan kertas.
Tanizaki Kafu Nagai Jun'ichiro mulai menulis lagi setelah hening diri mereka dikenakan selama perang, dan Yasunari Kawabata menghasilkan karya-karya yang paling matang dan bijaksana. bundan itu dihidupkan kembali dan masyarakat membaca array yang mempesona melihat jurnal sastra baru dan menghidupkan kembali, sering didominasi dengan sentimen Marxis atau Komunis seperti yang terlihat di Kindai bungaku (Modern Sastra) dan Shin Nihon bungaku (Baru Sastra Jepang).
Pasca-perang atau sastra sengo ditandai dengan perhatian terhadap perubahan hiruk-pikuk yang disebabkan oleh kekalahan dan Pekerjaan, dan perjuangan individu untuk hidup dalam 'Jepang baru'. Salah satu penulis paling terkenal untuk keluar dari tahun-tahun pasca-perang Shiina Rinzo (1911-1973), yang perhatian dengan Eksistensialisme, kebebasan dan spiritualitas dapat dilihat di Kaiko (Encounter, 1952), Unga (Terusan, 1956 ) dan Eien naru josho (The Prelude Abadi, 1948).Lain adalah Endo Shusaku (1923-1996), yang Umi untuk dokuyaku (Laut dan Racun, 1957) alamat kekejaman yang dilakukan oleh tentara Jepang selama Perang Dunia II. Endo terkenal karena ia mencari eksplorasi jiwa manusia dan upaya untuk mendamaikan Kristen dengan spiritualitas asli Jepang, seperti di Chinmoku (Diam, 1966), Samurai (The Samurai, 1980) dan Fukai Kawa (Deep River, 1993).
Salah satu sekolah terkemuka dari masa pasca-perang adalah Burai-ha atau dekaden Sekolah, sekelompok muda, kebanyakan laki-laki bangsawan yang mencari hiburan untuk depresi dan kekecewaan dalam minuman, obat-obatan dan sering bunuh diri.Situasi lucu dan dialog cerdas dari novel mereka terbukti sangat populer, dan pemimpin mereka Dazai Osamu (1909-1948) hampir mencapai status dewa-seperti dengan pembacanya. Judul novel Dazai's Shayo (The Sun Pengaturan, 1947) memberikan bahasa Jepang kata baru untuk menggambarkan anggota aristokrasi menghilang dari pandangan dalam masyarakat pasca perang.Beberapa pembaca diidentifikasi begitu kuat dengan perasaan dan suasana dari novel bahwa mereka juga menganggap diri mereka sebagai "anak-anak dari matahari terbenam '. Ningen shikkaku (Tidak Lagi Manusia, 1948) mencatat isolasi Dazai merasa sepanjang hidupnya. Sifat otobiografi tulisan Dazai's, ditambah dengan intensitas perasaan dan mencari makna, berarti bahwa pembaca diidentifikasi dengan penulis di tingkat mendalam seperti dulu dengan Shiga Naoya. Ini adalah tanda bahwa popularitas abadi 19 Juni, tanggal lahir Dazai dan bunuh diri, masih ditandai oleh orang-orang muda saat ini.
Serta kebangkitan Surealisme bawah Kobo Abe (1924-1993), terbaik dilihat di Suna no onna (Wanita dalam Dunes, 1962), 1960-an melihat kenaikan dalam kritik melawan Pemerintah Jepang dan kekuatan pendudukan. Kerusuhan mahasiswa di Tokyo tahun 1968 banyak penulis terpengaruh, termasuk Oe Kenzaburo (1935 -), Haruki Murakami (1949 -) dan Murakami Ryu (1952 -). karya sensasional Ryu's mengambil isu dengan budaya Pendudukan, contoh yang paling terkemuka yang Kagirinaku Tomei ni chikai Buru (Hampir Transparan Biru, 1976). Oe Kenzaburo itu pedas kritis terhadap serangan bom atom di Hiroshima Noto (Hiroshima Notes, 1965) dan kehadiran Amerika di Jepang terus di Noto Okinawa (Okinawa Catatan, 1970). novel-Nya langsung dihadapkan subyek tidak nyaman seperti nasib minoritas di Jepang, penurunan mental, cacat fisik, kekuasaan serakah dari negara-bangsa dan dorongan kemanusiaan terhadap perang dan kekejaman. Man'en tidak Gannen futtoboru (The Cry Diam, 1967) memenangkan Hadiah Nobel untuk sastra tahun 1994.
Serta kebangkitan Surealisme bawah Kobo Abe (1924-1993), terbaik dilihat di Suna no onna (Wanita dalam Dunes, 1962), 1960-an melihat kenaikan dalam kritik melawan Pemerintah Jepang dan kekuatan pendudukan. Kerusuhan mahasiswa di Tokyo tahun 1968 banyak penulis terpengaruh, termasuk Oe Kenzaburo (1935 -), Haruki Murakami (1949 -) dan Murakami Ryu (1952 -). karya sensasional Ryu's mengambil isu dengan budaya Pendudukan, contoh yang paling terkemuka yang Kagirinaku Tomei ni chikai Buru (Hampir Transparan Biru, 1976). Oe Kenzaburo itu pedas kritis terhadap serangan bom atom di Hiroshima Noto (Hiroshima Notes, 1965) dan kehadiran Amerika di Jepang terus di Noto Okinawa (Okinawa Catatan, 1970). novel-Nya langsung dihadapkan subyek tidak nyaman seperti nasib minoritas di Jepang, penurunan mental, cacat fisik, kekuasaan serakah dari negara-bangsa dan dorongan kemanusiaan terhadap perang dan kekejaman. Man'en tidak Gannen futtoboru (The Cry Diam, 1967) memenangkan Hadiah Nobel untuk sastra tahun 1994.
Ariyoshi Sawako (1931-1984) adalah penulis lain yang dihadapi masalah sosial, menangani polusi lingkungan dan politik dalam negeri serta sifat patriarkal struktur sosial Jepang. Hanaoka tidak Seishu tsuma (The Doctor's Wife, 1966) membahas masalah untuk merawat, usia ditulis sebagai sebuah novel sejarah tapi jelas menunjuk pada isu kontemporer. Kinokawa (The Ki Sungai, 1959) juga membahas masalah yang dihadapi perempuan Jepang modern, sementara tidak Kokotsu hito (Tahun Twilight, 1972) reprises subyek perawatan manula.
Sosok kontroversial dari periode ini yang karya-karyanya telah sangat populer di barat adalah Yukio Mishima (1925-1970).Karya-karyanya menggunakan kombinasi yang menakjubkan dari etika samurai dan homoeroticism untuk dampak yang luar biasa, mengejutkan pembaca pada saat yang sama seperti mengaduk debat nasionalis. Karya paling Nya abadi, yang ditandai dengan sensualism dan pencarian untuk kecantikan, yang tidak Kamen kokuhaku (Confessions of a Mask, 1949), Kinkakuji (Kuil Paviliun Emas, 1956), Gogo tidak Eiko (The Sailor yang Menderita dari Grace dengan Laut, 1963) dan esai panjang Taiyo ke tetsu (Minggu dan Steel, 1968).
Mishima bersikeras untuk revisi konstitusi, pergi sejauh untuk menciptakan milisi-nya sendiri dari mahasiswa ia telah bertemu pada latihan pelatihan Bela Diri Angkatan, penamaan itu tidak Tate kai (Shield Masyarakat). Mishima mengakhiri hidupnya dengan melakukan bunuh diri seppuku di publik spektakuler pada tanggal 25 November 1970. Mishima terus memotong tokoh kontroversial dalam sastra Jepang, dan sering dipandang sebagai penulis riil pertama sastra aneh di Jepang.
Tidak semua penulis periode ini berkaitan dengan masalah berat atau kritik politik. Salah satu gaya paling menyenangkan sastra Jepang dapat ditemukan dalam karya Uno Chiyo (1897-1996), yang tidak Hitori Aru onna no Hanashi (Kisah Wanita Single, 1971) menceritakan kisah tentang seorang wanita keras kepala dan penuh gairah tidak takut untuk mengambil hidup oleh tanduk dan hidup itu penuh. Pemulihan karya Uno Chiyo sebagai 'sastra' narasi setelah bertahun-tahun diabaikan mencerminkan tren yang lebih luas mengakui sastra perempuan dalam beberapa tahun terakhir.
Sosok kontroversial dari periode ini yang karya-karyanya telah sangat populer di barat adalah Yukio Mishima (1925-1970).Karya-karyanya menggunakan kombinasi yang menakjubkan dari etika samurai dan homoeroticism untuk dampak yang luar biasa, mengejutkan pembaca pada saat yang sama seperti mengaduk debat nasionalis. Karya paling Nya abadi, yang ditandai dengan sensualism dan pencarian untuk kecantikan, yang tidak Kamen kokuhaku (Confessions of a Mask, 1949), Kinkakuji (Kuil Paviliun Emas, 1956), Gogo tidak Eiko (The Sailor yang Menderita dari Grace dengan Laut, 1963) dan esai panjang Taiyo ke tetsu (Minggu dan Steel, 1968).
Mishima bersikeras untuk revisi konstitusi, pergi sejauh untuk menciptakan milisi-nya sendiri dari mahasiswa ia telah bertemu pada latihan pelatihan Bela Diri Angkatan, penamaan itu tidak Tate kai (Shield Masyarakat). Mishima mengakhiri hidupnya dengan melakukan bunuh diri seppuku di publik spektakuler pada tanggal 25 November 1970. Mishima terus memotong tokoh kontroversial dalam sastra Jepang, dan sering dipandang sebagai penulis riil pertama sastra aneh di Jepang.
Tidak semua penulis periode ini berkaitan dengan masalah berat atau kritik politik. Salah satu gaya paling menyenangkan sastra Jepang dapat ditemukan dalam karya Uno Chiyo (1897-1996), yang tidak Hitori Aru onna no Hanashi (Kisah Wanita Single, 1971) menceritakan kisah tentang seorang wanita keras kepala dan penuh gairah tidak takut untuk mengambil hidup oleh tanduk dan hidup itu penuh. Pemulihan karya Uno Chiyo sebagai 'sastra' narasi setelah bertahun-tahun diabaikan mencerminkan tren yang lebih luas mengakui sastra perempuan dalam beberapa tahun terakhir.
III. TEATER JEPANG
Teater Jepang pada pertengahan abad ke 19 disandang menjadi pola Asia teater-teater di mana akan merupakan kesempatan yang meriah dan musik dan tari adalah bagian penting dari kinerja. Pada pertengahan abad ke-20 seperti teater tradisional masih ada, tapi sekarang dilarang untuk pemirsa yang meriah selama pertunjukan. Dari titik yang berkinerja 'dari pandangan tradisional teater itu, jika sesuatu telah diperkuat, seperti bunraku pada pijakan yang lebih kuat dan teater noh - satu abad sebelum melestarikan samurai kelas atas dan hampir tidak dapat diakses oleh masyarakat luas yang tersedia di sejumlah teater khusus di kota-kota besar.Namun, publik akan mendukung spektrum yang jauh lebih luas daripada pendahulu mereka di teater abad sebelumnya. Kabuki, bunraku dan kelompok-kelompok noh telah bergabung dengan berbagai macam perusahaan baru dengan luas yang berbeda tujuan artistik. Hanya saja enerjik penggemar teater bisa melacak segala sesuatu yang terjadi di Jepang teater pada saat itu, dan hari ini, ketika proses yang sama lebih lanjut telah dilakukan, tidak manusiawi mungkin.
Narasi sejarah Jepang teater antara 1868 (tahun ketika Jepang secara resmi menjadi bagian dari dunia internasional setelah berabad-abad dari pengasingan) dan 1940 sangat rumit.Tampaknya ada pasar untuk setiap kombinasi yang mungkin dari unsur-unsur teater, dengan skala dari total representasi teater kabuki melalui realisme Stanislavski dan gerakan anti-realistis dari tahun 1920-an dan 1930-an Eropa teater. Setiap lekukan sepanjang skala yang dieksploitasi oleh perusahaan atau perusahaan, beberapa di antaranya diciptakan apa yang bisa disebut genre di kanan mereka sendiri. Dalam kategori sejarah teater Jepang sangat banyak, beberapa genre hanya akan digunakan untuk membingkai narasi utama pembangunan teater Jepang selama periode ini:
Noh
Noh jika diartikan dalam bahasa Indonesia berartikan 'ketrampilan' atau 'prestasi' mungkin paling dianggap sebagai teater. Ini telah terpesona penonton cerdas di seluruh dunia. Keterampilan ini biasanya bercerita mengenai prosa terkenal atau puisi. Noh mengharapkan penonton untuk menjadi akrab dengan rincian kisah tersebut dan untuk dapat membayangkan tindakan dan perasaan yang digambarkan dalam puisi dan tari. Sejak abad 16 artis Noh telah membuat hidup mereka dari mengajar nyanyian dan tarian, bukan dari penerimaan box office. Noh tidak pernah menjadi 'komersial' teater. Ini adalah seni minimalis dalam arti yang sugestif dan bukan deskriptif, baik dalam sikap dan bahasa.
Noh jatuh tempo selama abad 14 dan 15 di bawah perlindungan Keshogunan Ashikaga. Hal ini terus mengembangkan repertoar sampai sekitar 1600, setelah mana perlindungan Tokugawa dan bangsawan samurai lainnya mendorong seni menjadi lebih ritualistik dan untuk membatasi repertoar untuk sekitar 240 karya.
Noh jatuh tempo selama abad 14 dan 15 di bawah perlindungan Keshogunan Ashikaga. Hal ini terus mengembangkan repertoar sampai sekitar 1600, setelah mana perlindungan Tokugawa dan bangsawan samurai lainnya mendorong seni menjadi lebih ritualistik dan untuk membatasi repertoar untuk sekitar 240 karya.
Topeng selalu menjadi elemen penting.Dewa dan roh selalu diwakili oleh masker, dan karena hingga saat ini aktor profesional khusus laki-laki, peran perempuan juga bertopeng. Topeng tidak digunakan untuk karakter hidup yang paling lainnya. Ukiran topeng noh dianggap sebuah bentuk seni; topeng saat ini dijunjung tinggi sebagai benda-benda seni dan masih diukir hingga hari ini.
kostum noh Penggabungan merupakan sebagian dari tekstil yang paling indah yang pernah diproduksi di dunia. Hal ini juga, telah dikumpulkan selama berabad-abad sebagai obyek seni. Elite samurai patronase menyediakan sarana produksi topeng berkualitas tinggi. patronase ini juga berarti noh yang belum pernah dilakukan sebuah iklan teater dengan pertunjukan sehari-hari.
Secara tradisional pembelajaran noh nyanyian dan tarian adalah bagian penting dari pendidikan dan pelatihan samurai, dan tradisi ini tetap bertahan hingga sekarang, lama setelah status samurai ditinggalkan pada 1870-an.
Sosok yang paling terkenal dalam sejarah noh adalah aktor / komposer / teori Motokiyo Zeami (1363-1443), yang mewarisi dan mengembangkan seni ayahnya Kan'ami (1333-1384). Zeami, yang menerima bantuan dari Shogun Yoshimitsu (1358-1408) dan memperoleh pendidikan sastra, terdiri atau refashioned banyak bermain dalam tradisi lisan. Kemudian dalam kehidupan, ia menulis banyak risalah noh yang dirahasiakan di dalam kelompoknya dan keturunan sampai abad ke-20.
Memainkan Noh telah dikategorikan ke dalam lima atau enam kelompok. Sebuah program penuh noh akan berlangsung sepanjang hari dan akan terdiri dari kumpulan bermain diselingi dengan Kyōgen selingan komik pendek. Teks Noh mungkin hanya 10-15 halaman dalam terjemahan bahasa Inggris, tapi memainkan bisa memakan waktu hingga dua jam di kinerja.
Kategori drama adalah: dewa, pahlawan, wanita, 'gila' (yang berarti bahwa karakter yang telah memiliki pengalaman intens yang menyebabkan mereka kehilangan akal rasional mereka), setan dan keberuntungan.
Tujuan dari hari teater adalah untuk menawarkan penonton sebuah perjalanan yang imajinatif melalui berbagai jenis pengalaman atau dunia, memimpin dari keberuntungan dan memerintahkan dunia di mana alam dan manusia berada dalam harmoni, melalui berbagai tingkat intensitas dari pengalaman manusia. Ini termasuk kematian dalam pertempuran dan mencari pembalasan dendam, cinta obsesif wanita bahkan ke dalam kehidupan selanjutnya, cemburu kekerasan, kehilangan anak, pertemuan dengan setan, dll simbolis, kita bisa melihat ini sebagai sebuah perjalanan melalui beberapa alam Buddha keberadaan. Bagian akhir hari harus, kemudian, berakhir pada sebuah catatan keberuntungan, membawa penonton kembali dengan harapan untuk dunia yang memerintahkan. Kami memiliki sejumlah besar bermain di terjemahan bahasa Inggris, Jepang No Drama oleh Tyler R (1992) memiliki koleksi representatif dan daftar pustaka.
Tujuan dari hari teater adalah untuk menawarkan penonton sebuah perjalanan yang imajinatif melalui berbagai jenis pengalaman atau dunia, memimpin dari keberuntungan dan memerintahkan dunia di mana alam dan manusia berada dalam harmoni, melalui berbagai tingkat intensitas dari pengalaman manusia. Ini termasuk kematian dalam pertempuran dan mencari pembalasan dendam, cinta obsesif wanita bahkan ke dalam kehidupan selanjutnya, cemburu kekerasan, kehilangan anak, pertemuan dengan setan, dll simbolis, kita bisa melihat ini sebagai sebuah perjalanan melalui beberapa alam Buddha keberadaan. Bagian akhir hari harus, kemudian, berakhir pada sebuah catatan keberuntungan, membawa penonton kembali dengan harapan untuk dunia yang memerintahkan. Kami memiliki sejumlah besar bermain di terjemahan bahasa Inggris, Jepang No Drama oleh Tyler R (1992) memiliki koleksi representatif dan daftar pustaka.
Kyegen
Kyōgen adalah seni pantomim dan humor; kata itu sendiri berarti 'gila' atau 'lucu'. kemudian berubah menjadi kata yang berarti drama lebih umum (seperti dalam Kyōgen kabuki, drama kabuki). Topeng yang hanya digunakan untuk binatang atau roh. karakter Perempuan yang diwakili hanya dengan selendang putih melilit kepala aktor yang menggantung dari masing-masing sisi kepala ke dada.
Kyōgen adalah seni pantomim dan humor; kata itu sendiri berarti 'gila' atau 'lucu'. kemudian berubah menjadi kata yang berarti drama lebih umum (seperti dalam Kyōgen kabuki, drama kabuki). Topeng yang hanya digunakan untuk binatang atau roh. karakter Perempuan yang diwakili hanya dengan selendang putih melilit kepala aktor yang menggantung dari masing-masing sisi kepala ke dada.
Gaya suara besar dengan irama yang khas. Karakter yang sering menyanyi dalam gaya noh, tapi hanya jika mereka melakukan sebuah lagu dalam drama itu. Kebanyakan Kyōgen memainkan kurang dari setengah durasi satu jam dalam kinerja. Banyak menghidupkan konvensi akrab seorang hamba mencoba untuk mengelabui tuannya tapi ketahuan, atau seorang suami mencoba untuk mengelabui istrinya namun ketahuan. Ada yang serius dalam arti berhubungan dengan kekejaman terhadap binatang. Semua memiliki universalitas banding. Kyōgen pelaku juga mengambil bagian dalam drama noh yang benar, kadang-kadang sebagai peran dalam antara dua bagian dari sebuah drama (ai-Kyōgen) di manapengaturan karakter lokal menjelaskan latar belakang dan kadang-kadang dalam peran yang lebih sentral untuk drama.
Dalam Kyōgen 50 tahun terakhir telah berkembang berbeda dari noh, dengan sejumlah besar umat yang mengambil pelajaran dalam kinerja. Pemainnya juga sekarang secara teratur memiliki panggung pertunjukan Kyōgen hari tanpa noh, meskipun mereka masih teratur dilakukan dalam program noh.Kyōgen telah diterima dengan baik di seluruh dunia.
Dalam Kyōgen 50 tahun terakhir telah berkembang berbeda dari noh, dengan sejumlah besar umat yang mengambil pelajaran dalam kinerja. Pemainnya juga sekarang secara teratur memiliki panggung pertunjukan Kyōgen hari tanpa noh, meskipun mereka masih teratur dilakukan dalam program noh.Kyōgen telah diterima dengan baik di seluruh dunia.
Bunraku
Bunraku awalnya merupakan nama untuk satu rombongan joruri, dianggap oleh banyak orang sebagai boneka yang paling canggih teater hidup saat ini. dua-pertiga dari ukuran wayang, bekerja dengan tiga dalang pindah ke suara manahelo dan disertai oleh seorang musisi shamisen, memiliki penonton di seluruh dunia dan mendorong perkembangan teater barat.
Bunraku jejak garis keturunan, baik untuk epik cerita wayang keliling dan teater. Sekitar 1600 kedua tradisi dikaitkan untuk mulai melakukan sekitar kota-kota Jepang. Berbeda noh itu, bunraku (seperti kabuki) adalah sebuah kota komersial teater.
Awalnya wayang sederhana dan dikerjakan oleh satu orang, tetapi oleh wayang pertengahan 1700-an untuk peran utama telah menjadi lebih kompleks, dengan banyak bagian yang bergerak wajah dan artikulasi jari, dan dimanipulasi oleh tiga dalang.manahelo selalu ditemani dengan setidaknya satu pemain shamisen. shamisen adalah banjo-seperti tiga instrumen berdawai, yang menjadi populer di Jepang dari abad ke-16.Sampai sekitar 1750 pemain shamisen kebanyakan musisi buta.
Jika noh dapat dianggap liris teater, bunraku mungkin bisa dipahami sebagai 'epik' teater.
Awalnya wayang sederhana dan dikerjakan oleh satu orang, tetapi oleh wayang pertengahan 1700-an untuk peran utama telah menjadi lebih kompleks, dengan banyak bagian yang bergerak wajah dan artikulasi jari, dan dimanipulasi oleh tiga dalang.manahelo selalu ditemani dengan setidaknya satu pemain shamisen. shamisen adalah banjo-seperti tiga instrumen berdawai, yang menjadi populer di Jepang dari abad ke-16.Sampai sekitar 1750 pemain shamisen kebanyakan musisi buta.
Jika noh dapat dianggap liris teater, bunraku mungkin bisa dipahami sebagai 'epik' teater.
Bunraku berperan membawa hal tradisi tradisional sampai sekarang; drama konsisten menulis ulang kisah awal dan bermain selama masa kreatif dari 17 pertengahan sampai akhir abad ke-18.
Sebuah struktur dikotomi (diartikulasikan dalam abad ke-18 sebagai Sekai / shuko) menjadi dasar untuk komposisi dan memainkan bunraku kabuki. Bunraku dan kabuki yang baik lisan / aural tradisi, yang bekerja dalam kerangka memori kolektif penonton mereka. Dalam skema ini, satu dimulai dengan latar historis dan serangkaian tokoh-tokoh sejarah yang disebut Sekai dalam drama itu, dunianya.
Bunraku berkembang di Osaka, di mana sebanyak 1.500 pertunjukan ditulis dari tahun 1600-an akhir sekitar 1800. Penulis drama paling terkenal adalah Monzaemon Chikamatsu (1653-1725), yang menulis lebih dari 100 bunraku dan 30 drama kabuki.
Bunraku memainkan biasanya memiliki tiga atau lima tindakan.Ketiga babak kehidupan kontemporer memainkan (sewamono) terfokus pada sebuah insiden pada waktu itu, sementara lebih banyak dan lebih lama jangka waktu lima-tindakan memainkan (jidaimono) ditetapkan di masa lalu, meskipun mereka secara konvensional dipahami sebagai benar-benar tentang kontemporer masyarakat dan politik. Kehidupan kontemporer memainkan fokus pada tragedi pribadi dan konflik rakyat biasa (kasih bunuh diri, kejahatan, perzinahan, pembunuhan), sedangkan periode memainkan sekitar umum atau urusan politik, dan berputar di sekitar suatu peristiwa sejarah nyata yang relevan untuk masyarakat saat ini .
Bunraku adalah tradisi yang luar biasa, karena hampir setiap kinerja, apakah dari satu bermain selama lima babak atau pencampuran tindakan dari drama yang berbeda, menjadi tragedi pada intinya.
Bunraku, juga didasarkan pada struktur musik jo-ha-kyu. gaya kinerja tidak, bagaimanapun, dikendalikan dalam cara noh
Sebagian besar pertunjukan sukses bunraku itu segera ditulis-ulang untuk kabuki dan banyak menjadi saingan pertunjukan paling populer. Pengaruhnya bahkan lebih parah jika kita mempertimbangkan yang memainkan bunraku terus menjadi sumber utama untuk penulisan drama kabuki baru, paling tidak sampai akhir abad ke-19.
Seni amatir bunraku nyanyian (gidayu) menjadi populer di seluruh Jepang antara pria dan wanita. artis gidayu Perempuan dan guru mengembangkan tradisi berbeda yang masih ada hingga sekarang.
Seni amatir bunraku nyanyian (gidayu) menjadi populer di seluruh Jepang antara pria dan wanita. artis gidayu Perempuan dan guru mengembangkan tradisi berbeda yang masih ada hingga sekarang.
Kabuki
Kabuki adalah seni yang berkaitan dengan bunraku, berdampingan di distrik teater kota dan masing-masing sangat populer di seluruh Jepang, dengan pertunjukan oleh kelompok-kelompok baik amatir dan profesional. Namun, jika kita berpikir tentang bunraku sebagai seni yang berkembang dari cerita narasi dan sensualitas lagu, kabuki adalah salah satu yang dikembangkan dari tari, dari sensualitas tubuh aktor. Kabuki ditulis dengan karakter untuk 'lagu, tari dan keahlian ", tapi itu awalnya adalah verba dengan makna' aneh, bengkok, atau liar. Kabuki selalu dianggap sebagai seni subversif dalam sistem etika dan politik Konfusius.
Kabuki adalah seni yang berkaitan dengan bunraku, berdampingan di distrik teater kota dan masing-masing sangat populer di seluruh Jepang, dengan pertunjukan oleh kelompok-kelompok baik amatir dan profesional. Namun, jika kita berpikir tentang bunraku sebagai seni yang berkembang dari cerita narasi dan sensualitas lagu, kabuki adalah salah satu yang dikembangkan dari tari, dari sensualitas tubuh aktor. Kabuki ditulis dengan karakter untuk 'lagu, tari dan keahlian ", tapi itu awalnya adalah verba dengan makna' aneh, bengkok, atau liar. Kabuki selalu dianggap sebagai seni subversif dalam sistem etika dan politik Konfusius.
Para rombongan kabuki pertama perempuan. Tarian dan sandiwara mereka dan asosiasi dengan prostitusi menyebabkan gangguan publik, dan akhirnya pada 1629 untuk larangan pemerintah pada artis wanita. Muda laki-laki (wakashu) kemudian mengambil tempat mereka tetapi dilarang di 1652 dengan alasan yang sama. Setelah itu laki-laki dewasa (Yaro) kabuki terbentuk dan mulai berkembang sebagai teater dari asal-usulnya di tarian.
Fokus pada tari dan sensualitas tubuh dan suara memacu kabuki untuk mengembangkan sebagai 'aktor teater'. Ini berarti bahwa aktor yang bertanggung jawab atas teater dan produksi, dan drama yang disewa untuk menyusun bermain untuk aktor bintang.Semuanya - props, kostum, musik, kata-kata - harus mendukung kinerja aktor bintang. Film sutradara Rusia Sergei Eisenstein melihat ini sebagai jenius kabuki teater ketika dia menemukan sebuah kinerja kabuki di Moskow pada tahun 1928.
Fokus pada tari dan sensualitas tubuh dan suara memacu kabuki untuk mengembangkan sebagai 'aktor teater'. Ini berarti bahwa aktor yang bertanggung jawab atas teater dan produksi, dan drama yang disewa untuk menyusun bermain untuk aktor bintang.Semuanya - props, kostum, musik, kata-kata - harus mendukung kinerja aktor bintang. Film sutradara Rusia Sergei Eisenstein melihat ini sebagai jenius kabuki teater ketika dia menemukan sebuah kinerja kabuki di Moskow pada tahun 1928.
Kabuki selalu 'kontemporer' teater dan eklektik, mengambil dan mengadaptasi apa pun yang populer pada waktu itu. Ini dipinjam bermain dari noh, Kyōgen, bunraku, balada populer, fiksi, dan legenda, selalu refashioning mereka untuk menyesuaikan dengan aktor bintang waktu tertentu.
Drama kabuki yang paling terkenal adalah Shozo Namiki (1730-1773) dan Gohei Namiki (1747-1808) di Osaka, dan Jisuke Sakurada (1734-1806), Nanboku Tsuruya IV (1755-1829) dan Mokuami Kawatake (1816-1893) di Edo
Drama kabuki yang paling terkenal adalah Shozo Namiki (1730-1773) dan Gohei Namiki (1747-1808) di Osaka, dan Jisuke Sakurada (1734-1806), Nanboku Tsuruya IV (1755-1829) dan Mokuami Kawatake (1816-1893) di Edo
Kabuki produksi luar negeri telah berhasil, baik sebagai kabuki demonstrasi besar dan skala yang lebih kecil dari perjalanan pertama di awal abad 20. gaya Kabuki bertindak dan teknik pelatihan juga telah menarik banyak di barat dari awal abad ke-20.gambar Kabuki's sebagai musik aktor-berpusat dan total teater (, tari, sikap, lagu, deklamasi), ditandai dengan formal, bertindak namun realistis dan suara, telah menjadi sumber konstan inspirasi bagi Barat, yang merasa bahwa drama modern pengorbanansandiwara untuk realisme telah meninggalkan tahap jarang sekali tersedia teknik-teknik ampuh untuk membuat teater.
Kabuki baru (1868)
masyarakat Jepang berubah dengan cepat setelah 1868, tapi kabuki, menjadi seni yang didasarkan begitu banyak preseden, awalnya melihat tidak perlu. Hal itu selalu menjadi aktor teater yang terpusat, dan selama tiga dekade pertama dari era baru itu diberkati dengan tiga pelaku yang luar biasa. Dalam satu cara, namun, harus berubah. Sebagian besar repertoar kabuki sejak awal abad 18 subyek diambil dari masyarakat kontemporer, dan sekarang pada 1870-an bahwa masyarakat sangat mulai terlihat berbeda, sebagai laki-laki atas mereka menanggalkan knot dan lampu gas dan kereta api mulai muncul . Salah satu dari tiga aktor, Kikugoro Onoe V (1844-1904), sangat dikenal karena perannya sebagai pahlawan mabuk kepayang dalam drama kontemporer dalam negeri, dan dengan Mokuami Kawatake (1816-1893), penulis drama yang menulis untuknya, ia mengembangkan sebuah genre disebut zangiri-mono (secara harfiah 'memainkan mana rambut karakter' telah dipotong dan dikecewakan ').
Dalam karakter genre dan pemandangan tampak berbeda, tetapi hubungan interpersonal, terutama tugas dan kewajiban, cukup alami tetap sama. Yang kedua dari tiga pelaku, Danjuro Ichikawa IX (1838-1903), khusus dalam drama sejarah, tradisional munafik dan bombastis. Juga dengan Mokuami Kawatake, Danjuro Ichikawa mengembangkan jenis drama berjudul katsureki-Geki ('bermain di mana sejarah dihidupkan') di mana, terkadang juga dari para penggemarnya, yang extravagancies bertindak itu kencang ke bawah dan catatan kelihatan seakan sejarah disuntikkan.
1870-an melihat peningkatan tekanan eksternal pada teater sebagai intervensi pemerintah berturut-turut mencoba menuju tepi kabuki menjadi wakil terhormat dari kebudayaan Jepang, layak untuk ditampilkan kepada pengunjung barat dibedakan dalam cara yang sama seperti utusan Jepang di barat digiring ke teater sebagai bagian dari hiburan resmi mereka. Danjuro senang untuk menanggapi rangsangan ini, sebagai seorang manajer ambisius giat dan teater bernama Kanya Morita XII (1846-1897), yang memperkenalkan beberapa inovasi dalam teater dengan tujuan membuat teater-akan lebih cocok untuk munculnya baru kelas menengah. Kabuki, selama dua abad dunia tertutup, mulai berubah sebagai orang luar yang tidak bisa diabaikan diperlukan untuk mengambil pada fungsi yang melampaui menyediakan hiburan populer.
Ini memuncak dalam pembentukan pada tahun 1886 dari Reformasi Drama Society, yang anggotanya termasuk orang-orang berkuasa dalam dunia politik dan akademik. Ketiga tujuan ini adalah untuk reformasi Masyarakat konvensi kejahatan masa lalu, untuk memberikan pengakuan kepada dramawan, dan untuk membangun tipe baru sepenuhnya dari gedung teater untuk menggabungkan drama baru. Masyarakat sendiri berumur pendek, tetapi usaha kampanye yang berubah kabuki selama-lamanya. Pada tahun 1887 kabuki dibawa ke hadapan mata kaisar dan permaisuri dalam kinerja khusus yang diselenggarakan oleh pemimpin Masyarakat, Kanya Morita, dan tiga bintang kabuki - Danjuro, Kikugoro dan Sadanji Ichikawa I (1842-1904). kaisar ada yang menonton kabuki sebelum dan ini merupakan suatu konfirmasi luar biasa status baru sebagai genre, di efek, teater nasional Jepang.
Ini memuncak dalam pembentukan pada tahun 1886 dari Reformasi Drama Society, yang anggotanya termasuk orang-orang berkuasa dalam dunia politik dan akademik. Ketiga tujuan ini adalah untuk reformasi Masyarakat konvensi kejahatan masa lalu, untuk memberikan pengakuan kepada dramawan, dan untuk membangun tipe baru sepenuhnya dari gedung teater untuk menggabungkan drama baru. Masyarakat sendiri berumur pendek, tetapi usaha kampanye yang berubah kabuki selama-lamanya. Pada tahun 1887 kabuki dibawa ke hadapan mata kaisar dan permaisuri dalam kinerja khusus yang diselenggarakan oleh pemimpin Masyarakat, Kanya Morita, dan tiga bintang kabuki - Danjuro, Kikugoro dan Sadanji Ichikawa I (1842-1904). kaisar ada yang menonton kabuki sebelum dan ini merupakan suatu konfirmasi luar biasa status baru sebagai genre, di efek, teater nasional Jepang.
Shinpa ('sekolah baru')
Setelah dunia kabuki telah dipecah menjadi dari atas, jalan terbuka untuk tantangan dari aktor yang sebelumnya akan menjadi di bawah pernyataan pembentukan kabuki. Sebuah kelompok tidak terlatih dan aktor rumbai dengan motivasi politik oposisi mencapai popularitas liar dari 1888 dengan sketsa satir pendek mengomentari peristiwa politik. Bertindak, relatif terhadap kabuki, adalah realistis dan tak terbatas. Karya ini diambil lebih lanjut dengan giat aktor-dramawan Otojiro Kawakami (1864-1911), yang pada pertengahan 1890-an-dunia mengambil Tokyo teater oleh badai dengan melakukan potongan patriotik tentang masalah perang Jepang modern pertama (melawan Cina, 1894-5 ).Kawakami juga terlibat dengan aktor-aktor non-kabuki lain, dan akhirnya, setelah larangan sejak 1629, dengan aktris dalam genre teater disebut secara umum sebagai shinpa ('sekolah baru'). Ini relatif realistis teater, yang mengambil banyak materi dari genre sastra baru novel serial di surat kabar, diadopsi sebagai materi subyek beberapa masalah sosial dan interpersonal yang dibuat oleh masyarakat yang berubah, dan di awal 1900-an hampir mengancam akan gerhana kabuki .
Shinpa masih baru, dan untuk sementara kuat, tapi masih kabuki kehadiran yang luar biasa dalam bahasa Jepang teater dan shinpa mulai mendapatkan beberapa karakteristiknya. Its masih menulis drama khusus untuk aktor dan menduduki posisi rendah dalam hirarki teater, seperti masih melakukan drama kabuki secara umum.
Shinpa masih baru, dan untuk sementara kuat, tapi masih kabuki kehadiran yang luar biasa dalam bahasa Jepang teater dan shinpa mulai mendapatkan beberapa karakteristiknya. Its masih menulis drama khusus untuk aktor dan menduduki posisi rendah dalam hirarki teater, seperti masih melakukan drama kabuki secara umum.
Generasi Teater Kecil
Sementara karya shogekijo generasi pertama ('teater kecil') praktisi adalah bersifat anti kemapanan dan anti-shingeki di alam, generasi kedua shogekijo yang muncul pada 1970-an - termasuk Tsuka Kohei, Tetsu Yamazaki dan Takeuchi Juichiro - mengembangkan diri parodying gaya komedi yang berusaha untuk menegaskan keinginan manusia asalkan diselenggarakan beberapa kebanggaan.
Tsuka Kohei (b 1948) menarik sebuah berikut antusias antara generasi muda dengan gaya yang unik yang satirised struktur kekuasaan yang tak terlihat berbaring di bawah masyarakat Jepang modern, sedangkan Yamazaki Tetsu (b 1946) samping patologis masyarakat yang digambarkan itu, mengubah perilaku kriminal menjadi cerita fiksi pada-Nya sehingga catatan yang disebut 'lapangan kejahatan'. Sementara Takeuchi Juichiro (b 1947) slant membawa kritis sendiri untuk kehidupan sehari-hari di Jepang.
Selama tahun 1980-an ada muncul sebuah generasi shogekijo ketiga, yang terdiri dari (antara lain) Noda Hideki, Kokami Shoji, Takeshi Kawamura, Watanabe Eriko, plot yang kompleks dan sangat individualistis gaya kinerja memperoleh dukungan dari sebagian besar penonton muda, membawa tentang sesuatu yang booming di teater kecil.
Hideki Noda (b 1955) adalah seorang penulis drama dan sutradara dari generasi baru yang mulai menarik perhatian publik di tahun 1980-an. Nya Yume no sha Yumin Aka Noda Perusahaan mulai hidup sebagai kelompok teater mahasiswa yang rendah hati, tapi kemudian menjadi sangat sukses. Latar belakang pertumbuhan ekonomi, perusahaan berhasil menarik jumlah besar sponsor perusahaan dan mulai tampil selamanya penonton yang lebih besar - pada satu hari pada tahun 1986 di Yoyogi Olympic Stadium, misalnya, perusahaan dilakukan untuk lebih dari 50.000 orang di tiga sesi. Ini cukup aktivitas, tapi tidak akan terjadi lagi.Memiliki lebih dari-mencapai sendiri, Yume no sha Yumin akhirnya dibubarkan pada tahun 1992. Noda Setelah belajar selama satu tahun di London, berpartisipasi dalam sebuah lokakarya de Théâtre Complicité dipimpin oleh Simon McBurney.
Setelah kembali ke Japan pada tahun 1993, Noda kembali kerja teater dan membentuk unit produksi, Noda MAP. Sejak saat itu ia telah berusaha untuk memperluas cakrawala petualangan artistiknya dengan menyeberang ke klasik. Dia berkolaborasi dengan generasi muda bintang terkenal kabuki Kankuro Nakamura, menulis sebuah drama kabuki baru untuk Kankuro tidak berhak TOGI Tatsu Wakare ("Selamat tinggal dari Tatsu, rautan Pedang), berdasarkan cerita klasik kabuki. Ia juga memenangkan Hadiah Utama dalam Asahi pertama Pertunjukan Seni Awards (yang disponsori oleh koran Asahi Shimbun) Tahun 2001. Pada tahun 2003, Noda disajikan Setan Merah dengan peran Inggris di Young Vic Theatre di London - Noda dirinya muncul di panggung sebagai Setan Merah.
Daisan Butai (Tahap Ketiga) yang dipimpin oleh Kokami Shoji (b 1958) tertarik untuk penggambaran pujian atas kehidupan sehari-hari anak muda 'dalam situasi komedi up-tempo. karya Kokami's mengungkapkan kesendirian orang muda dalam masyarakat konsumen yang sangat berkembang di mana semua orang terobsesi dengan tetap up-to-date dengan tren baru. Kokami karya paling terkenal adalah tidak Asahi yo Yu-na hi wo Tsurete ('Dengan Sunset Seperti Dawn ").
Takeshi Kawamura (b 1959), pendiri dan direktur Daisan Erotika, telah berusaha untuk mengungkapkan berbaring di bawah struktur kekuasaan masyarakat kontemporer oleh ledakan kekerasan melepaskan energi di masing-masing memainkan nya. Nippon Wars menggambarkan masa depan di mana robot memberontak terhadap pencipta manusia dan berusaha untuk menggantikan mereka, sementara Man Called Macbeth A diatur dalam yakuza (geng Mafia bahasa Jepang) keluarganya di Jepang saat ini.
Shogekijo Generasi keempat dari tahun 1990-an dibawa ke tiga keunggulan bakat-bakat baru yang menarik - Hirata Oriza, Keralino Sandorovich dan Matsuo Suzuki.
Hirata Oriza (b 1962) adalah pendiri direktur perusahaan Seinendan dan salah satu penulis drama paling menarik dan populer kontemporer Jepang. Sebagai eksponen terkemuka dari Shizuka disebut na engeki ('tenang) gerakan teater ", Hirata menolak pesan ideologis atau terang-terangan ungkapan emosi dan memilih teater tanpa konvensi dramatis yang secara langsung menggambarkan kehidupan sehari-hari. bekerja Hirata yang paling terkenal, Tokyo Notes, telah dilakukan di seluruh dunia karena memenangkan 39 Kishida Kunio Award (penghargaan tertinggi Jepang untuk drama baru) pada tahun 1995.
Keralino Sandorovich (Kera, b 1964), yang pertama perusahaan teater Gekidan Kenko (Kesehatan Teater) masih ingat saat ini untuk menunjukkan off-dinding-nya tahap, meluncurkan Nylon 100 ° C pada tahun 1992 dan sejak pengakuan yang cukup menarik untuk merek pythonesque nya drama komedi. Kera memenangkan Kishida Kunio Award pada tahun 1998.
1990-an juga dibawa ke kedepan banyak bakat dari novel, drama, panggung / direktur film dan aktor Suzuki Matsuo (b 1962), pendiri Otona-keikaku teater, yang memainkan menawarkan sebuah komentar sangat sinis namun sangat menghibur pada nilai-nilai kontemporer Jepang.
Pada saat penulisan generasi kelima shogekijo aktif di Jepang, dipimpin oleh Nagatsuka Keishi (b 1975), Kida Tsuyoshi (b 1967), Murakami Hiroki, Takeshi Matsumura dan Masako Chiba.Meskipun kurang kualitas kelompok kolektif yang seperti unsur formatif selama tahun-tahun awal gerakan kecil teater, masing-masing seniman menampilkan kekhawatiran yang kuat untuk narasi dan mencari kebenaran dalam konteks hubungan manusia.
Sementara itu, setelah pembangunan teater publik baru di seluruh negeri, shogekijo tidak lagi menjadi milik khusus ibukota Tokyo.Selama satu dekade terakhir yang shogekijo-engeki ('kecil gerakan drama teater yang berbasis') telah menyebar ke pusat-pusat lainnya, dimana partisipasi telah didorong oleh kenaikan popularitas lokakarya teater pendidikan.
Tsuka Kohei (b 1948) menarik sebuah berikut antusias antara generasi muda dengan gaya yang unik yang satirised struktur kekuasaan yang tak terlihat berbaring di bawah masyarakat Jepang modern, sedangkan Yamazaki Tetsu (b 1946) samping patologis masyarakat yang digambarkan itu, mengubah perilaku kriminal menjadi cerita fiksi pada-Nya sehingga catatan yang disebut 'lapangan kejahatan'. Sementara Takeuchi Juichiro (b 1947) slant membawa kritis sendiri untuk kehidupan sehari-hari di Jepang.
Selama tahun 1980-an ada muncul sebuah generasi shogekijo ketiga, yang terdiri dari (antara lain) Noda Hideki, Kokami Shoji, Takeshi Kawamura, Watanabe Eriko, plot yang kompleks dan sangat individualistis gaya kinerja memperoleh dukungan dari sebagian besar penonton muda, membawa tentang sesuatu yang booming di teater kecil.
Hideki Noda (b 1955) adalah seorang penulis drama dan sutradara dari generasi baru yang mulai menarik perhatian publik di tahun 1980-an. Nya Yume no sha Yumin Aka Noda Perusahaan mulai hidup sebagai kelompok teater mahasiswa yang rendah hati, tapi kemudian menjadi sangat sukses. Latar belakang pertumbuhan ekonomi, perusahaan berhasil menarik jumlah besar sponsor perusahaan dan mulai tampil selamanya penonton yang lebih besar - pada satu hari pada tahun 1986 di Yoyogi Olympic Stadium, misalnya, perusahaan dilakukan untuk lebih dari 50.000 orang di tiga sesi. Ini cukup aktivitas, tapi tidak akan terjadi lagi.Memiliki lebih dari-mencapai sendiri, Yume no sha Yumin akhirnya dibubarkan pada tahun 1992. Noda Setelah belajar selama satu tahun di London, berpartisipasi dalam sebuah lokakarya de Théâtre Complicité dipimpin oleh Simon McBurney.
Setelah kembali ke Japan pada tahun 1993, Noda kembali kerja teater dan membentuk unit produksi, Noda MAP. Sejak saat itu ia telah berusaha untuk memperluas cakrawala petualangan artistiknya dengan menyeberang ke klasik. Dia berkolaborasi dengan generasi muda bintang terkenal kabuki Kankuro Nakamura, menulis sebuah drama kabuki baru untuk Kankuro tidak berhak TOGI Tatsu Wakare ("Selamat tinggal dari Tatsu, rautan Pedang), berdasarkan cerita klasik kabuki. Ia juga memenangkan Hadiah Utama dalam Asahi pertama Pertunjukan Seni Awards (yang disponsori oleh koran Asahi Shimbun) Tahun 2001. Pada tahun 2003, Noda disajikan Setan Merah dengan peran Inggris di Young Vic Theatre di London - Noda dirinya muncul di panggung sebagai Setan Merah.
Daisan Butai (Tahap Ketiga) yang dipimpin oleh Kokami Shoji (b 1958) tertarik untuk penggambaran pujian atas kehidupan sehari-hari anak muda 'dalam situasi komedi up-tempo. karya Kokami's mengungkapkan kesendirian orang muda dalam masyarakat konsumen yang sangat berkembang di mana semua orang terobsesi dengan tetap up-to-date dengan tren baru. Kokami karya paling terkenal adalah tidak Asahi yo Yu-na hi wo Tsurete ('Dengan Sunset Seperti Dawn ").
Takeshi Kawamura (b 1959), pendiri dan direktur Daisan Erotika, telah berusaha untuk mengungkapkan berbaring di bawah struktur kekuasaan masyarakat kontemporer oleh ledakan kekerasan melepaskan energi di masing-masing memainkan nya. Nippon Wars menggambarkan masa depan di mana robot memberontak terhadap pencipta manusia dan berusaha untuk menggantikan mereka, sementara Man Called Macbeth A diatur dalam yakuza (geng Mafia bahasa Jepang) keluarganya di Jepang saat ini.
Shogekijo Generasi keempat dari tahun 1990-an dibawa ke tiga keunggulan bakat-bakat baru yang menarik - Hirata Oriza, Keralino Sandorovich dan Matsuo Suzuki.
Hirata Oriza (b 1962) adalah pendiri direktur perusahaan Seinendan dan salah satu penulis drama paling menarik dan populer kontemporer Jepang. Sebagai eksponen terkemuka dari Shizuka disebut na engeki ('tenang) gerakan teater ", Hirata menolak pesan ideologis atau terang-terangan ungkapan emosi dan memilih teater tanpa konvensi dramatis yang secara langsung menggambarkan kehidupan sehari-hari. bekerja Hirata yang paling terkenal, Tokyo Notes, telah dilakukan di seluruh dunia karena memenangkan 39 Kishida Kunio Award (penghargaan tertinggi Jepang untuk drama baru) pada tahun 1995.
Keralino Sandorovich (Kera, b 1964), yang pertama perusahaan teater Gekidan Kenko (Kesehatan Teater) masih ingat saat ini untuk menunjukkan off-dinding-nya tahap, meluncurkan Nylon 100 ° C pada tahun 1992 dan sejak pengakuan yang cukup menarik untuk merek pythonesque nya drama komedi. Kera memenangkan Kishida Kunio Award pada tahun 1998.
1990-an juga dibawa ke kedepan banyak bakat dari novel, drama, panggung / direktur film dan aktor Suzuki Matsuo (b 1962), pendiri Otona-keikaku teater, yang memainkan menawarkan sebuah komentar sangat sinis namun sangat menghibur pada nilai-nilai kontemporer Jepang.
Pada saat penulisan generasi kelima shogekijo aktif di Jepang, dipimpin oleh Nagatsuka Keishi (b 1975), Kida Tsuyoshi (b 1967), Murakami Hiroki, Takeshi Matsumura dan Masako Chiba.Meskipun kurang kualitas kelompok kolektif yang seperti unsur formatif selama tahun-tahun awal gerakan kecil teater, masing-masing seniman menampilkan kekhawatiran yang kuat untuk narasi dan mencari kebenaran dalam konteks hubungan manusia.
Sementara itu, setelah pembangunan teater publik baru di seluruh negeri, shogekijo tidak lagi menjadi milik khusus ibukota Tokyo.Selama satu dekade terakhir yang shogekijo-engeki ('kecil gerakan drama teater yang berbasis') telah menyebar ke pusat-pusat lainnya, dimana partisipasi telah didorong oleh kenaikan popularitas lokakarya teater pendidikan.
Teater tradisional Jepang kontemporer
Antara teater tradisional dilakukan di Jepang kontemporer, kabuki khas cukup menonjol dalam hal popularitas dan konsisten menarik khalayak yang lebih besar - untuk rincian perkembangan historisnya sebelum melihat Jepang teater 1868.
Saat ini kabuki dianggap bisnis hiburan serta sebagai aset budaya dilestarikan. Shochiku Co Ltd, sebuah perusahaan teater bisnis swasta, menikmati posisi unggulan dalam presentasi kabuki dan memiliki kontrak prioritas dengan hampir semua aktor kabuki ketika mereka muncul di panggung. Shochiku Kabuki-za memiliki, home teater kabuki, dan memberikan produksi terbatas selama sebulan setiap bulan. Selain Shochiku, Teater Nasional juga rutin menawarkan pertunjukan kabuki. Namun, meskipun aktor kabuki muncul di Kabuki-za baik dan Teater Nasional, repertoar yang ditawarkan di dua tempat yang sangat berbeda. Secara umum, Kabuki-za menyajikan menunjukkan lebih populer dan menghibur yang menampilkan bintang cetakan, sedangkan host repertoar Teater Nasional yang dianggap lebih historis dan akademis yang signifikan. Akibatnya pertunjukan Kabuki-za di (pertunjukan siang atau malam) pada umumnya akan terdiri dari kompilasi kutipan populer dari klasik yang terkenal, sementara Teater Nasional biasanya akan menawarkan beberapa bermain-bertindak secara keseluruhan, dari prolog hingga kesimpulan.
Tradisi lainnya genre teater yang masih populer perintah dukungan luas di Jepang kontemporer adalah bunraku, gaya yang khas dari boneka dengan narator dan iringan shamisen. Asosiasi Bunraku adalah entitas publik yang didukung oleh pemerintah yang bertanggung jawab untuk melestarikan dan penyajian bunraku.
Asosiasi Bunraku menyajikan pertunjukan reguler di rumah nya teater, Teater Nasional Bunraku Osaka, dan juga memberikan tiga minggu pertunjukan terbatas dua kali setahun di teater kecil dari Teater Nasional di Tokyo. Bunraku sangat populer di Tokyo di mana biasanya tiket terjual habis dengan cepat.
Noh dan Kyōgen keduanya genre yang sangat tradisional dengan sejarah yang panjang dan terhormat yang tanggal kembali ke abad ke-14. Diawetkan di sekolah beragam, yang kebanyakan lulus keterampilan tradisional turun dari generasi ke generasi, noh dan Kyōgen biasanya disajikan di tempat-tempat tujuan-dibangun untuk khalayak yang lebih khusus. Dalam beberapa tahun terakhir beberapa pemerintah daerah telah membangun teater baru-dilengkapi khusus untuk menjadi tuan rumah pertunjukan noh dan Kyōgen.
Saat ini kabuki dianggap bisnis hiburan serta sebagai aset budaya dilestarikan. Shochiku Co Ltd, sebuah perusahaan teater bisnis swasta, menikmati posisi unggulan dalam presentasi kabuki dan memiliki kontrak prioritas dengan hampir semua aktor kabuki ketika mereka muncul di panggung. Shochiku Kabuki-za memiliki, home teater kabuki, dan memberikan produksi terbatas selama sebulan setiap bulan. Selain Shochiku, Teater Nasional juga rutin menawarkan pertunjukan kabuki. Namun, meskipun aktor kabuki muncul di Kabuki-za baik dan Teater Nasional, repertoar yang ditawarkan di dua tempat yang sangat berbeda. Secara umum, Kabuki-za menyajikan menunjukkan lebih populer dan menghibur yang menampilkan bintang cetakan, sedangkan host repertoar Teater Nasional yang dianggap lebih historis dan akademis yang signifikan. Akibatnya pertunjukan Kabuki-za di (pertunjukan siang atau malam) pada umumnya akan terdiri dari kompilasi kutipan populer dari klasik yang terkenal, sementara Teater Nasional biasanya akan menawarkan beberapa bermain-bertindak secara keseluruhan, dari prolog hingga kesimpulan.
Tradisi lainnya genre teater yang masih populer perintah dukungan luas di Jepang kontemporer adalah bunraku, gaya yang khas dari boneka dengan narator dan iringan shamisen. Asosiasi Bunraku adalah entitas publik yang didukung oleh pemerintah yang bertanggung jawab untuk melestarikan dan penyajian bunraku.
Asosiasi Bunraku menyajikan pertunjukan reguler di rumah nya teater, Teater Nasional Bunraku Osaka, dan juga memberikan tiga minggu pertunjukan terbatas dua kali setahun di teater kecil dari Teater Nasional di Tokyo. Bunraku sangat populer di Tokyo di mana biasanya tiket terjual habis dengan cepat.
Noh dan Kyōgen keduanya genre yang sangat tradisional dengan sejarah yang panjang dan terhormat yang tanggal kembali ke abad ke-14. Diawetkan di sekolah beragam, yang kebanyakan lulus keterampilan tradisional turun dari generasi ke generasi, noh dan Kyōgen biasanya disajikan di tempat-tempat tujuan-dibangun untuk khalayak yang lebih khusus. Dalam beberapa tahun terakhir beberapa pemerintah daerah telah membangun teater baru-dilengkapi khusus untuk menjadi tuan rumah pertunjukan noh dan Kyōgen.
Teater Komersial
teater komersial terkemuka '' perusahaan-perusahaan di Jepang Shochiku Co Ltd, Toho Co Ltd Hiburan, Gekidan Shiki dan Takarazuka Revue Perusahaan.
Seperti disebutkan sebelumnya, kabuki teater tradisional dilakukan secara komersial dan Shochiku Co Ltd, produsen dominan bermain kabuki, memiliki kontrak eksklusif dengan aktor kabuki yang paling terkemuka.
Hiburan Toho Co Ltd merupakan perusahaan komersial terkemuka teater yang dikenal untuk produksi yang besar, meskipun tidak seperti Shochiku itu berfokus pada pekerjaan modern dan kontemporer. Toho, bersama dengan beberapa playhouses independen lain yang berbasis di kota-kota besar seperti Tokyo, Osaka, Nagoya dan Fukuoka, teratur menyajikan pertunjukan hiburan populer atau memainkan musik yang menampilkan penyanyi populer dan bintang aktor dan aktris dari bioskop dan TV. Sebagian besar produksi komersial berjalan selama kurang dari satu bulan, karena mereka memiliki bintang film yang sudah ada, TV dan konser komitmen dan tidak mampu berkomitmen untuk jangka waktu yang lama. Produksi-produksi Gekidan Shiki adalah satunya pengecualian dari aturan ini.
Didirikan pada tahun 1953, Shiki Gekidan awalnya dikenal untuk presentasi atas drama Perancis modern dalam penerjemahan.Namun, perusahaan ini kemudian memperluas repertoar, dan mengikuti-menjual kinerja Kucing di tahun 1983, mereka berbalik semakin ke produksi Broadway dan musikal West End. Hari ini, Gekidan Shiki memiliki tujuh tempat teater sendiri di Tokyo, Nagoya, Osaka, Kyoto dan Fukuoka dan juga menyewa tempat di kota-kota lain, memungkinkan untuk saat ini lebih dari 10 produksi secara simultan di seluruh negeri. Shiki Gekidan menyajikan lebih dari 2.000 pertunjukan setiap tahun dan pendapatan tahunan melebihi US $ 150 juta, sehingga kedua hanya untuk Shochiku secara finansial. Antara mereka Shochiku dan Gekidan Shiki menghasilkan lebih dari sepersepuluh dari total box office Jepang teater.
Didirikan pada tahun 1914, Perusahaan Takarazuka Revue adalah sebuah perusahaan teater yang unik yang hanya terdiri dari penyanyi wanita. Its kinerja sangat populer dengan perempuan dan tiket untuk menunjukkan Takarazuka selalu diminati. Perusahaan ini terdiri dari lima kelompok penyanyi. bioskop rumah yang Takarazuka Grand Its Teater dan Takarazuka Bow Hall di City (Prefektur Hyogo) dan Teater Takarazuka Tokyo di Tokyo.
Seperti disebutkan sebelumnya, kabuki teater tradisional dilakukan secara komersial dan Shochiku Co Ltd, produsen dominan bermain kabuki, memiliki kontrak eksklusif dengan aktor kabuki yang paling terkemuka.
Hiburan Toho Co Ltd merupakan perusahaan komersial terkemuka teater yang dikenal untuk produksi yang besar, meskipun tidak seperti Shochiku itu berfokus pada pekerjaan modern dan kontemporer. Toho, bersama dengan beberapa playhouses independen lain yang berbasis di kota-kota besar seperti Tokyo, Osaka, Nagoya dan Fukuoka, teratur menyajikan pertunjukan hiburan populer atau memainkan musik yang menampilkan penyanyi populer dan bintang aktor dan aktris dari bioskop dan TV. Sebagian besar produksi komersial berjalan selama kurang dari satu bulan, karena mereka memiliki bintang film yang sudah ada, TV dan konser komitmen dan tidak mampu berkomitmen untuk jangka waktu yang lama. Produksi-produksi Gekidan Shiki adalah satunya pengecualian dari aturan ini.
Didirikan pada tahun 1953, Shiki Gekidan awalnya dikenal untuk presentasi atas drama Perancis modern dalam penerjemahan.Namun, perusahaan ini kemudian memperluas repertoar, dan mengikuti-menjual kinerja Kucing di tahun 1983, mereka berbalik semakin ke produksi Broadway dan musikal West End. Hari ini, Gekidan Shiki memiliki tujuh tempat teater sendiri di Tokyo, Nagoya, Osaka, Kyoto dan Fukuoka dan juga menyewa tempat di kota-kota lain, memungkinkan untuk saat ini lebih dari 10 produksi secara simultan di seluruh negeri. Shiki Gekidan menyajikan lebih dari 2.000 pertunjukan setiap tahun dan pendapatan tahunan melebihi US $ 150 juta, sehingga kedua hanya untuk Shochiku secara finansial. Antara mereka Shochiku dan Gekidan Shiki menghasilkan lebih dari sepersepuluh dari total box office Jepang teater.
Didirikan pada tahun 1914, Perusahaan Takarazuka Revue adalah sebuah perusahaan teater yang unik yang hanya terdiri dari penyanyi wanita. Its kinerja sangat populer dengan perempuan dan tiket untuk menunjukkan Takarazuka selalu diminati. Perusahaan ini terdiri dari lima kelompok penyanyi. bioskop rumah yang Takarazuka Grand Its Teater dan Takarazuka Bow Hall di City (Prefektur Hyogo) dan Teater Takarazuka Tokyo di Tokyo.
DAFTAR PUSTAKA
R. Brower and E. Miner, Japanese Court Poetry (1961)
D. Keene, World within Walls (1976) and Dawn to the West: Japanese Literature in the Modern Era (1984); T. Takaya, Modern Japanese Drama (1979)
Darsimah Mandah, dkk, Pengantar Kesusastraan Jepang, Rasindo Jakarta, 1992 Isoji Asoo, Sejarah Kesusastraan Jepang (Nihon Bungakushi), Penerbit Universitas Indonesia, 1983 James Danandjaya, Foklor Jepang, Grafiti Jakarta, 1997
http://www.culturalprofiles.net/japan/Directories/Japan_Cultural_Profile/-10625.html
http://www.theatrehistory.com/asian/japanese002.html
Sangat membantu...terimakasih ya kakak :D
ReplyDeletesama-sama... :'D
Deletebuku-bukunya dapat dimana yaa, kalo boleh tau? :D
ReplyDeletePerpustakaan dan diktat kampus :) silahkan lihat referensinya :)
Deletekak, makasih banget ya. sangat membantu sekali. thank you sooooo much.
ReplyDeleteSama-sama Verry Oktora, senang sekali blog ini membantumu :)
ReplyDelete